Jember (beritajatim.com) – Rocky Gerung akhirnya batal datang ke kampus Universitas Muhammadiyah Jember, Jawa Timur, Kamis (7/2/2019).
Hal ini disampaikan Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Kusworo Wibowo. “Batalnya Rocky Gerung datang kemari di luar keinginan salah satu pihak. Yang kami dapat dari Universitas Muhammadiyah, yang bersangkutan membatalkan karena suatu hal yang tidak bisa diceritakan kepada kami,” katanya.
Namun aparat kepolisian tetap bersiaga mengamankan. “Segala langkah antisipasi kami lakukan untuk menciptakan rasa aman kepada masyarakat,” kata Kusworo.
Menurut Kusworo, ada empat sampai lima organisasi masyarakat yang menolak kehadiran Rocky untuk acara kuliah umum tersebur. Dia sudah berkoordinasi dengan Unmuh dan berkomunikasi dengan ormas yang menolak. Polisi menjaga situasi tetap kondusif.
[berita-terkait number=”3″ tag=”rocky-gerung”]
Sebagaimana diberitakan, caleg Hanura Jumadi Made sempat mendatangi Unmuh Jember dan videonya viral di media sosial. Dalam kronologi yang dipaparkan Unmuh, sekelompok orang yang mengendarai dua mobil mendatangi kampus itu pada pukul sebelas siang kemarin. Mereka menamakan diri relawan Jumadi Made.
Mereka sempat ditemui pihak rektorat dan berang atas rencana mendatangkan Rocky Gerung. “Saya tidak mau. Pokoknya besok (hari ini) tidak ada namanya Rocky Gerung,” kata Jumadi.
Jumadi beralasan Rocky tengah terlibat masalah hukum dan menghina Kh Agus Salim maupun kitab suci Alquran. “Pokoknya besok situ yang mendatangkan, saya yang menghadang. Sama-sama punya izin. Apapun risikonya. Saya akan membela para kiai, membela kitab suci Alquran,” sergahnya. [wir/suf]






