Gresik (beritajatim.com) – Imbas cuaca ekstrim di laut Jawa dengan ketinggian tiga meter menyebabkan kapal cepat Gresik ke Pulau Bawean untuk sementara berhenti. Dua kapal cepat yang melayani rute tersebut, yakni kapal cepat Eksprees Bahari 8E dan 6F, berhenti beroperasi.
Selain kapal cepat, kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Gili Iyang juga tidak beroperasi. Kapal ferry yang mengangkut sembako dan penumpang itu membatalkan operasional Jumat (23/12/2022) malam. Rencananya, kapal BUMN tersebut akan berlayar dari Pelabuhan Paciran ke Bawean.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik Tarso Sagito mengatakan, berdasarkan surat pengumuman yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XI Provinsi Jatim cuaca di perairan Gresik-Bawean sedang tidak baik. “Kami menunda pelayaran kapal Express Bahari baik dari Gresik – Bawean, maupun sebaliknya,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”cuaca-buruk”]
Masih menurut Tarso, terkait dengan ini pihaknya belum bisa memastikan kapan kapal beroperasi kembali. Penundaan operasional belayar kapal ini sampai perkiraan cuaca dari BMKG membaik. “Laporan BMKG diperkiraan gelombang tinggi mencapai Laut Jawa mencapai 2 hingga 4 meter,” ujarnya.
Sementara itu, Yudhi salah satu calon penumpang kapal cepat Eksprees Bahari 8E mengaku tak tahu kalau kapal cepat Gresik-Bawean tidak beroperasi karena cuaca buruk. “Ya mau giman lagi kami terpaksa menambah hari untuk menginap karena belum ada kapal ke Pulau Bawean,” ungkapnya. [dny/suf]






