Ponorogo (beritajatim.com) – Kantin sekolah di Ponorogo bakal bertransformasi menjadi lebih sehat dan edukatif. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menggagas konsep kantin sehat yang melibatkan langsung para wali murid sebagai penyuplai kudapan, guna menggantikan jajanan instan dan minuman berpemanis buatan yang selama ini beredar luas.
Dalam imbauannya, Kang Giri—sapaan akrab Sugiri Sancoko—meminta sekolah-sekolah untuk mulai menata ulang isi kantin. Tidak hanya melarang peredaran ciki-cikian, ia juga menawarkan solusi agar wali murid secara bergiliran menyuplai jajanan sehat untuk para siswa.
“Bayi dari lahir sehat, tapi jika diberi makanan atau jajanan tidak sehat, bisa berbahaya. Banyak orang yang masih muda sekarang alami gagal ginjal, ini tak lepas dari konsumsi harian mereka,” ujar Kang Giri, Senin (26/5/2025).
Menurutnya, selain menyehatkan siswa, skema kantin sehat ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi wali murid. Mereka diberi ruang untuk memasarkan hasil olahan makanan sendiri, dengan sistem rotasi antar kelas.
“Nanti wali murid kelas dua, tiga, dan seterusnya bisa gantian menyuplai jajanan. Yang kelas enam tidak usah, mereka fokus belajar ujian. Ini juga jadi sarana menumbuhkan jiwa usaha dan semangat gotong royong,” tambahnya.
Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Ponorogo saat ini tengah menyusun panduan kantin sehat, mulai dari jenis jajanan yang layak, kandungan gizi, bahan yang digunakan, hingga skema distribusi dari wali murid.
Kang Giri menegaskan, keterlibatan orang tua bukan hanya soal suplai makanan, tapi juga bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak diajak mengenal proses produksi makanan sehat sekaligus semangat wirausaha.
“Kalau anak-anak diajak bantu jualan atau promosi, itu bagus untuk menumbuhkan semangat wirausaha. Saya punya mimpi besar: anak-anak Ponorogo di usia 21 tahun sudah jadi muzakki, itu artinya mereka mapan secara ekonomi. Maka harus dimulai sejak sekarang,” katanya.
Meski baru tahap imbauan, Pemkab Ponorogo berharap seluruh sekolah segera mulai mengadopsi skema kantin sehat ini secara bertahap dengan kolaborasi erat antara orang tua, sekolah, dan pemerintah daerah. [end/beq]






