Bojonegoro (beritajatim.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegro memastikan kandungan air yang keluar bersama semburan gas di Desa Jari Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro tidak berbahaya.
“Setelah dilakukan pengamatan, diperoleh fakta bahwa adanya gelembung air yang menimbulkan bau belerang ini masih aman untuk aktivitas masyarakat,” ujar Kepala DLH Bojonegoro, Dandy Suprayitno, Jumat (14/04/2023).
Setelah diambil airnya untuk dilakukan pengujian sampel kadar pH sebesar 6,18 di mana masih sesuai baku mutu air permukaan. Hal itu sebagaimana PP Nomor 22 tahun 2021 lamp VI tentang baku mutu air nasional dengan nilai baku mutu pH sebesar 6-9.
Selanjutnya sampel air dan tanah akan dikirim ke laboratorium yang terakreditasi guna mengetahui kandungan lebih lanjut. “Air ini sangat luar biasa, tanaman yang ada di sekeliling lokasi masih sangat subur dan berbuah lebat,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Dandy menjelaskan, jarak kejadian dengan rumah penduduk cukup jauh, yakni kurang lebih 5 kilometer. Selain itu, keluarnya gelembung tersebut sudah berlangsung lama sejak tahun 2016 dan muncul saat musim penghujan. Jika musim kemarau tidak muncul.
https://beritajatim.com/peristiwa/semburan-gas-di-desa-jari-bojonegoro-bukti-pernah-ada-gunung-aktif/
“Air yang keluar berasa asin, agak panas dan tercium bau belerang dari jarak sekitar 1-2 meter. Berada di lokasi tersebut dengan waktu yang relatif lama, seperti halnya tim yang berada di lokasi sekitar 30 menit juga tidak terasa pusing,” ungkapnya.
Saat melakukan pengecekan semburan gas yang disertai gelembung air itu, petugas laboratorium DLH, fungsional pengawas dan fungsional pengendali dampak lingkungan (Pedal) bersama Camat Gondang, Koramil Gondang, Polsek Gondang, Perhutani dan juga Pemerintah Desa setempat. [lus/but]






