Jember (beritajatim.com) – Tim tenis lapangan beregu putri Kabupaten Jember mencatatkan sejarah manis dengan merebut medali emas Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII. Tinggal dua medali lagi yang harus direbut untuk memenuhi target
Tuan rumah Jember berhasil menaklukkan Kota Surabaya 2-1 di lapangan tenis Kaliwates, Rabu (29/6/2022). Kemenangan di final ini semakin melengkapi dominasi tim tenis beregu putri Jember atas Surabaya.
Sebelumnya dalam babak penyisihan Grup A, Jember juga menaklukkan Surabaya 2-1. Jember menjadi juara grup setelah mengalahkan Bondowoso 3-0. Kemenangan atas Gresik 3-0 di semifinal memuluskan langkah Jember ke final.
Dalam pertandingan final, Chofifah Indar Paraswati mengawali kemenangan Jember dengan mengalahkan Bramila 8-3 pada partai pertama. Surabaya berhasil menyamakan kedudukan setelah Cece menundukkan tunggal putri kedua Jember Rifda 9-7.
Pertandingan tunggal kedua ini berjalan menegangkan. Rifda sebenarnya sudah unggul 4-1. Cara main Ridfa yang agresif membuat Cece kewalahan. Melihat anak asuhnya kewalahan, pelatih Surabaya Bonit Wiryawan menginstruksikan Cece mengubah pola main.
Hasilnya efektif. Cece berhasil menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Saling kejar angka terjadi hingga posisi 7-7. Namun akhirnya Rifda harus menyerah 7-9.
Dalam pertandingan ganda putri. yang menentukan, Jember kembali menurunkan Chofifah untuk berpasangan dengan Risna. Mereka berhasil mengalahkan pasangan ganda putri Surabaya, Nanda dan Sri, dengan skor 8-3.
Ketua Persatuan Lawn Tennis Indonesia (Pelti) Jember Soetriono mengatakan, sektor putri memang menjadi andalan Jember untuk mendulang medali. “Kami menargetkan tiga medali, apakah itu emas, perak, perunggu, kami tak memikirkan itu. Yang penting tiga medali, dari ganda putri, tunggal putri, dan beregu putri,” katanya.
Target tiga medali sama dengan raihan medali di Porprov VI. Saat itu, Jember berhasil meraih satu medali emas ganda putri atas nama pasangan Chofifah dan Fauziah, medali perunggu beregu putri, dan medali perak tungga; putri atas nama Fauziah. “Kalau ada Fauziah, kami bisa dapat lima medali saat ini. Tapi Fauziah ini usianya sudah tak memenuhi syarat untuk ikut Porprov VII,” kata Soetriono.
Jember kini mengincar emas di tungga; putri, karena dua pemain berpeluang masuk ke semifinal. “Saya lihat drawingnya, saya bisa memprediksi,” kata Soetriono.
[berita-terkait number=”4″ tag=”porprov-jatim-2022″]
Target yang lebih banyak dibebankan pada sektor putri ini tak lepas dari tingkat persaingan yang tak seketat sektor putra. “Pemain putri tenis lapangan susah didapat. Dalam satu daerah punya tiga sampai lima pemain saja sulit. Kebanyakan pemain yang layak tanding mungkin hanya satu dua. Kalau sektor putra banyak,” kata Soetriono.
Ini menyebabkan tenis lapangan putri dalam Porprov Jatim VII hanya diikuti tujuh daerah, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Jember, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Gresik. Kota Malang, Kota Blitar, dan Kabupaten Bojonegoro.
Demi mencapai target medali, tim tenis lapangan putra dan putri Jember selama tiga hari sempat menjalani pelatihan di Buleleng, Bali. Mereka beruji coba dengan pemain tenis Pra Pekan Olahraga Nasional Bali. “Sepuluh pemain kami bawa ke sana. Selain untuk refreshing, juga bisa berlatih memprediksi permainan pemain lain,” kata Soetriono. [wir/ted]






