Pamekasan (beritajatim.com) – Inkonsistensi menjadi salah satu penyebab kegagalan Madura United FC, mendulang poin saat bertandang ke markas Persis Solo, di Stadion Manahan, Solo, Jumat (13/9/2024) malam.
Pada laga tersebut, Laskar Sape Kerrab harus mengakui kekalahan dari tuan rumah Laskar Sambernyawa, dengan skor telak 4 gol tanpa balas. Sekaligus menjadi kekalahan ketiga beruntun yang dialami tim kebanggaan suporter Madura Bersatu.
Keempat gol Persis Solo, masing-masing dicetak Muossa Sidibe pada menit 54′ dan 89′, Muhammad Ramadhan Sananta pada menit 67′, serta satu gol pamungkas yang dicetak Ricardo Legis Lima pada masa injury time, yakni pada menit 90’+3′.
“Pertama kami ingin mengucapkan selamat untuk Persis yang sudah memenangkan laga ini. Sebenarnya kita tampil cukup bagus pada babak pertama, tapi inkonsistensi kita justru dimanfaatkan Persis untuk mencetak gol di babak kedua,” kata Pelatih Madura United FC, Widodo Cahyono Putro.
Bahkan pihaknya menilai, pasca gol pertama yang dicetak tim tuan rumah, timnya justru tampil terburu-buru dan cenderung melakukan kesalahan. “Tadi Peris juga melakukan perubahan strategi dan bermain dalam tempo cepat, dan kita gagal mengantisipasi itu,” ungkapnya.
“Kedepan kami akan kembali evaluasi, sebab kita bermain dalam tiga laga tanpa (mendapatkan) poin. Kita evaluasi cara bertanding, bagaimana cara mencetak gol, termasuk cara membuat pertahanan solid,” ungkapnya.
Akibat kekalahan tersebut, tim yang bermarkas di Pulau Garam, Madura, menempati zona merah di tangga klasemen. Mereka hanya mengoleksi 1 poin dari empat laga berbeda, dan memaksa mereka puas di posisi 17 klasemen sementara Liga 1.
“Kami sebagai tim pelatih dan pemain, akan berusaha dan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi tim. Menyerah tidak ada dalam kamus kita, harus tetap semangat, dan kita perbaiki di laga berikutnya,” pungkasnya. [pin/ian]






