Bojonegoro (beritajatim.com) – Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah kembali melakukan mutasi jabatan terhadap sejumlah pegawai di tubuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Mutasi dilakukan terhadap pejabat setingkat Pimpinan Tinggi Pratama, Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, serta Jabatan Kepala Sekolah.
Salah satu yang mendapat mutasi setingkat Pimpinan Tinggi Pratama adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Erick Firdaus yang dilukir dengan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Heri Widodo. Dalam mutasi itu, Kadin PU SDA meninggalkan pekerjaan rumah (PR) berupa pembangunan Bendung Gerak Karangrongko.
Progres pembangunan Bendung Gerak Karangnongko saat ini masih dalam proses pembebasan lahan seluas 456 hektare di Desa Ngelo dan Kalangan Kecamatan Ngraho. Dalam proses pembebasan lahan itu, ada sekitar 40 hektare lahan warga yang masih alot.
Pasalnya, warga tidak sepakat dengan skema yang diberikan Pemkab Bojonegoro berupa ganti untung dalam pembebasan lahannya. Warga meminta Pemkab Bojonegoro melakukan tukar guling lahan yang sama, yakni berada di sekitar lahan hutan.
Erick saat masih menjabat Kepala Dinas PU SDA mengungkapkan masih berupaya untuk meloby masyarakat agar menuruti skema pembebasan lahan yang ditetapkan Pemkab Bojonegoro. Pembebasan lahan ini, menurut Erick, akan diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Target yang diungkapkan Erick menjadi PR Kepala Dinas PU SDA yang baru.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bojonegoro Aan Syahbana usai kegiatan serah terima jabatan baru di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro mengatakan, proses mutasi ini merupakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja.
“Mungkin dari beberapa evaluasi perlu penyegaran, perlu perubahan. Sehingga target yang ditetapkan bisa tetap tercapai,” ujarnya, Jumat (16/06/2023).
Sementara, lukir jabatan antara Kadin PU SDA dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dinilai tidak ada alasan khusus. Termasuk penyelesaian progres pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Namun, lanjut Aan, yang menjadi pertimbangan pertama adalah evaluasi hasil Job Fit yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu.
“Mungkin dari situ ada kesesuaian (hasil evaluasi job fit). Untuk meningkatkan kinerja saja,” pungkasnya.
BACA JUGA:
4 Tahun, Harta Bupati Bojonegoro Anna Muawanah Naik Rp46,6 M
Sementara Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah usai melakukan sumpah jabatan kepada ASN yang dilantik mengatakan, rotasi jabatan dalam birokrasi ini ditekankan pada penguatan fungsi organisasi. Termasuk sebagai ASN harus mengembangkan potensi dan dituntut terus berbenah.
“Karena sudah lama tidak ada perekrutan PNS dan setiap hari ada yang pensiun, maka kami di pemerintah daerah berusaha merampingkan organisasi, tetapi kaya fungsi,” jelasnya. [lus/but]






