Pasuruan (beritajatim.com) – Gejolak politik melanda internal pengurus banteng moncong putih di Kabupaten Pasuruan. Puluhan kader mendatangi kantor DPC di Kecamatan Beji untuk melayangkan protes. Massa yang berasal dari berbagai wilayah timur dan Bangil tersebut menuntut keadilan terkait proses seleksi pimpinan tingkat kecamatan yang dinilai tidak transparan.
Kekecewaan kader ini memuncak karena adanya dugaan manipulasi kehadiran dalam rapat penjaringan di Dapil 4 yang dianggap tidak memenuhi syarat kuorum. Pengurus di tingkat bawah merasa suara mereka diabaikan demi kepentingan oknum tertentu yang mencoba memaksakan calon pesanan masuk ke dalam bursa kepemimpinan.
“Penjaringan itu hak pengurus ranting, bukan relawan, kami minta proses di Gondangwetan diulang secara terbuka,” tegas Ketua PAC Gondangwetan, Sukarno.
Selain masalah kuorum, para pengunjuk rasa juga menyoroti adanya kandidat yang diduga tidak memiliki legalitas keanggotaan resmi berupa Kartu Tanda Anggota (KTA) partai. Kondisi ini dinilai mencederai semangat demokrasi internal dan berpotensi memecah belah kesolidan struktur partai yang sudah mapan di akar rumput.
Menanggapi aksi tersebut, pimpinan partai di tingkat kabupaten menyatakan bahwa aspirasi adalah bagian dari dinamika politik yang lumrah terjadi menjelang pergantian pengurus. Pihak DPC menegaskan bahwa seluruh tahapan yang dijalankan tetap berpijak pada regulasi internal organisasi yang sudah ditetapkan oleh pusat.
“Kami tetap mengacu pada Peraturan Partai Nomor 1 Tahun 2025 sebagai tolok ukur dalam proses pengusulan nama calon,” jelas Ketua DPC PDIP Kabupaten Pasuruan, Arifin.
Saat ini proses penjaringan baru memasuki tahap awal dengan mengumpulkan lima nama usulan dari total 24 pimpinan anak cabang di seluruh wilayah Pasuruan. Nama-nama tersebut nantinya akan digabungkan dengan usulan tambahan dari tingkat kabupaten dan provinsi sebelum diputuskan secara resmi.
Pihak DPC meminta seluruh kader untuk tetap tenang dan mengikuti mekanisme partai hingga pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) pada April mendatang. Transparansi dalam setiap tahapan dijanjikan akan tetap dijaga agar menghasilkan pimpinan yang memiliki legitimasi kuat dari para kader di tingkat bawah. (ada/but)






