Mojokerto (Beritajatim.com) – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Perkumpulan Aparatur Pemerintah Seluruh Indonesia (DPC Papdesi) Kabupaten Mojokerto masa bakti 2021-2026 dilantik dan dikukuhkan di Kampus Institut KH Abdul Chalim, Desa Bendungan Jati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Papdesi merupakan wadah organisasi untuk kepala desa dan perangkat desa.
Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA mengatakan, pihaknya meminta kepada kepala daerah untuk fokus di dunia pendidikan tanpa meninggal hal lainnya. “Kami minta harus ada posda untuk memberikan bantuan SD/SMP/MI/Sawiyah sebagai bentuk kepedulian di dunia pendidikan,” ungkapnya, Kamis (25/2/2021).
Karena konseptor bangsa terwujudnya Indonesia adil dan makmur ada di dunia pendidikan. Sehingga ia akan mengawasi dan mendorong agar anak di Kabupaten Mojokerto bisa bersekolah. Untuk menyadarkan masyarakat sadar dan pentingnya pendidikan adalah melalui kepala desa.
Ketua DPC Papdesi Kabupaten Mojokerto, Jurianto Bambang S mengatakan, Papdesi adalah organisasi kepala desa dan perangkat desa. “Mungkin ada sedikit pengembangan di Kabupaten Mojokerto, tujuannya untuk mewadai kepala desa dan perangkat desa dalam rangka kebersamaan untuk mendampingi visi misi Bupati dan Wakil Bupati,” katanya.
Papdesi merupakan organisasi paguyuban sosial dengan mengedepankan persahabatan dan persatuan kepala daerah dan perangkat desa. Ia berharap pengurus DPC Papdesi Kabupaten Mojokerto menjadi tonggak aspirasi anggota untuk memperjuangan hak perangkat desa dan membangun pembangunan di desa masing-masing.
“Dengan adanya Papdesi tidak ada istilah BPD tidak sinkron dengan kepala desa, harus bersatu. Asas kita adalah asas kebersamaan, wadah Kepala Desa dan Perangkat Desa menampung aspirasi untuk inovasi desa. Tujuan kita adalah membangun Mojokerto bangkit, tanpa persatuan dan kesatuan semua tidak mungkin,” urainya.
Ketua Bidang Humas dan Infokom DPC Papdesi Kabupaten Mojokerto, Moh Afif menambahkan, landasan hukum pembentukan Papdesi adalah semua warga Indonesia dilindungi oleh hukum untuk menyampaikan pendapat. “Kita menghormati asosiasi yang ada. Papdesi sifatnya sangat terbuka, mitra dengan asosiasi yang lain, kita terbuka,” tambahnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-mojokerto”]
Yang penting perjuangan sepemahaman masyarakat terutama di desa. Papdesi dihimpun, lanjut Kepala Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto ini, karena semua desa memiliki karakter. Papdesi terwujud pada satu cita-cita yang sama dengan segala karakter desa masing-masing.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Papdesi, Wargiyati berharap agar pandemi Covid-19 segera berlalu. “Banyak rencana akan dilaksanakan tapi sejak awal 2020 sampai sekarang, setiap kegiatan harus sesuai protokol kesehatan. Semua dibatasi, semoga kondisi cepat pulih agar bisa memperjuangkan aparatur pemerintah desa,” tegasnya. [tin/but]







