Ponorogo (beritajatim.com) – Kabar duka datang dari tanah suci Mekkah Saudi Arabia. Salah satu jemaah haji asal Kabupaten Ponorogo, meninggal dunia. Jemaah haji yang meninggal dunia itu, dari kelompok terbang (kloter) 19, atas nama Sahri Muhammad Nur (78). Warga Desa Lengkong Kecamatan Sukorejo Ponorogo itu, meninggal dunia pada hari Minggu (9/6) kemarin pada pukul 15.00 Waktu Arab Saudi (WAS) di Rumah Sakit An-Nur, Makkah.
“Kita laporkan bahwa salah satu jemaah haji kloter 19 atas nama Sahri Muhammad Nur meninggal duni pada hari Ahad kemarin di Rumah Sakit An-Nur, Makkah,” kata Kasie Penyelenggaraaan Haji dan Umroh, Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo, Marjuni, Senin (10/06/2024).
Marjuni menjelaskan bahwa bapak Sahri Muhamad Nur sebelumnya mengalami pembengkakan pada kaki. Ketika menjalankan umrah wajib, yang bersangkutan harus menggunakan kursi roda. Sebab, memang kondisinya yang kurang memungkinkan. Setelah menjalankan ibadah umrah itu, kesehatannya semakin menurun, sehingga harus dirawat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
“Kesehatan beliau setelah umrah itu menurun, sehingga harus dirawat di KKHI,” katanya.
Dari KKHI, kemudian dirujuk ke rumah sakit An-Nur. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa pembuluh darah pada kakinya mengalami sumbatan yang menjalar ke paru-paru. Hal itulah yang menyebabkan sesak napas yang serius. Pada hari Jumat(7/6), bapak Sahri dimasukkan ke Intensive Cardiac Care Unit (ICCU).
“Namun, pada Ahad sore pukul 15.00 WAS, beliau menghembuskan nafas terakhir,” katanya.
Jamaah haji kloter 19 dan seluruh teman-teman, kata Marjuni pada subuh tadi telah melaksanakan shalat jenazah untuk almarhum di Masjidil Haram setelah shalat subuh. Pada pukul 8.00 WAS, jamaah haji kloter 19 juga melaksanakan sholat ghaib yang dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama untuk mendoakan almarhum.
“Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” pungkasnya. [end/aje]






