Jombang (beritajatim.com) – Polres Jombang terus melakukan antisipasi kegiatan perguruan silat di saat libur panjang. Korps berseragam coklat ini mendaskan bahwa tidak ada tolerasi bagi konvoi perguruan silat.
Jika mereka tetap nekat melakukannya, maka akan ditindak tegas sesuai aturan. Demikian ditegaskan Kabag Ops Polres Jombang Kompol Miftahul Amin. “Karena konvoi tersebut berpotensi terjadi gesekan antarperguruan,” ujar Amin, Minggu (21/4/2024).
Amin menjelaskan, konvoi pesilat juga berpotensi memicu keresahan di masyarakat. Karena apa yang mereka lakukan tersebut menganggu pengguna jalan. “Kami juga menyiagakan personel untuk antisipasi kegiatan pesilat,” lanjutnya.
Sebelumnya, Polres Jombang mengamankan 55 pesilat yang hendak membikin onar di Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang. Selain melakukan halal bihalal, para pesilat itu juga geber-geber motor dan membagikan kasu bernada provokatif.
Mereka bukan hanya dari Jombang, tapi juga dari berbagai daerah, Mojokerto, Sidoarjo, Lamongan, Nganjuk, Kediri dan Bojonegoro. Selanjutnya, di Polres Jombang, para pesilat ini dikumpulkan di lapangan dan dilakukan pendataan.
Selain mengamankan 55 remaja, polisi juga menyita 27 sepeda motor dan satu unit mobil. Selanjutnya, kasus ini ditangani Sat Reskrim Polres Jombang. [suf]






