Malang (beritajatim.com) – PT KAI Daop 8 Surabaya mendatangkan tim penolong dari Depo Sidotopo, Depo Surabaya Pasarturi, Depo Malang, serta crane dari Stasiun Solo. Tim penolong demi mempercepat proses evakuasi anjloknya KA Pandalungan di emplasemen Stasiun Tanggulangin.
Manager humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan bahwa kedatangan tim penolong untuk mempercepat proses evakuasi. Selain mendatangkan tim evakuasi, mereka juga mendatangkan tim prasarana untuk menormalisasi jalur KA.
“Saat ini KAI Daop 8 Surabaya mengerahkan seluruh petugas serta mendatangkan tim penolong untuk mempercepat evakuasi dan menormalisasi jalur KA,” kata Luqman.
Luqman menuturkan, dampak evakuasi dan penanganan KA anjlok ada sejumlah KA jarak jauh dengan tujuan Surabaya dan Bangil yang akan melakukan perubahan pola operasi dengan memutar dari Stasiun Bangil lewat Malang dan Kertonosono.
Di antaranya, KA Ranggajati (115) relasi Jember – Surabaya Gubeng – Cirebon, KA Logawa (211) relasi Jember – Surabaya Gubeng – Purwokerto. KA Sritanjung (241) relasi Ketapang – Surabaya Gubeng – Lempuyangan, KA Jayabaya (107) relasi Malang – Surabaya Gubeng – Pasarturi – Pasarsenen.
“Bagi pelanggan dengan tujuan Surabaya, KAI Daop 8 Surabaya menyediakan bus sebagai sarana pengganti,” ujar Luqman. [luc/but]






