Pasuruan (beritajatim.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pasuruan merilis data terbaru terkait kondisi kemiskinan di wilayah tersebut. Hasilnya cukup menggembirakan, jumlah penduduk miskin di Kota Pasuruan mengalami penurunan pada Maret 2024.
Menurut Kepala BPS Kota Pasuruan, Imam Sudarmaji, persentase penduduk miskin di Kota Pasuruan saat ini mencapai 6,32%, turun 0,28% dibandingkan Maret 2023. Artinya, terdapat sekitar 13.070 jiwa warga Kota Pasuruan yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.
“Meskipun terjadi penurunan, kita perlu tetap waspada karena garis kemiskinan per kapita justru mengalami kenaikan,” ujar Imam. Pada Maret 2024, garis kemiskinan di Kota Pasuruan mencapai Rp554.195 per bulan, naik 4,66% dibandingkan tahun sebelumnya.
Fenomena ini menunjukkan adanya peningkatan daya beli masyarakat. Meskipun garis kemiskinan naik, masyarakat masih mampu memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Namun, Imam mengingatkan bahwa kondisi ini juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk bantuan sosial yang diberikan pemerintah.
“Bantuan sosial memang membantu meningkatkan daya beli masyarakat, namun sifatnya sementara. Kita perlu mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah kemiskinan,” tambah Imam.
Tingkat kedalaman kemiskinan di Kota Pasuruan juga menunjukkan perbaikan. Indeks kedalaman kemiskinan turun dari 1,26 pada tahun 2023 menjadi 0,70 pada tahun 2024. Ini mengindikasikan bahwa masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan mulai mendekati garis tersebut. (ada/kun)






