Kediri (beritajatim.com)- Meskipun kasus covid-19 terus menurun, namun tidak menyurutkan niat Badan Intelijen Negara Daerah Jawa Timur (Binda Jatim) dalam melayani kebutuhan vaksinasi masyarakat. Bahkan, Binda Jatim melakukan vaksinasi sampai ke dalam Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas 2 A Kediri.
Binda Jawa Timur Korwil Kediri M. Nur mengatakan, vaksinasi di dalam Lapas ini untuk kedua kalinya. Ini sebagai bagian dari strategi jemput bola atau door to door untuk mendekatkan warga sasaran dengan layanan vaksinasi. Warga binaan pun tampak antusias mengikuti kegiatan itu.
“Setelah beberapa waktu lalu, kami melaksanakan vaksinasi di Lapas Kelas 2 A Kediri, hari ini kita laksanakan kembali. Kami memberikan pelayanan vaksinasi untuk warga binaan yang merupakan kelompok rentan terpapar,” kata M. Nur.
Vaksinasi di lingkungan lapas ini merupakan bentuk kepedulian BIN terhadap warga yang sulit mendapatkan akses, tak seperti masyarakat pada umumnya. Dalam kegiatan ini, BIN dibantu oleh Dinas Kesehatan Kota Kediri.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kediri”]Masih kata M. Nur, tidak ada perbedaan perlakuan dalam vaksinasi. Sebab, smua diberikan kemudahan untuk mendapat vaksin Covid-19, termasuk bagi warga binaan di Lapas dan Rutan, karena virus ini bisa menjangkiti siapa saja dan di mana saja. Sehingga, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk melakukan vaksinasi Covid-19 kepada seluruh masyarakat
Seperti biasanya, setiap warga binaan yang hendak mendapatkan vaksin, terlebih dahulu wajib menjalani pemeriksaan kesehatan. Mereka yang sudah antre, dipanggil satu per satu untuk dicek kondisi kesehatannya. Lalu, setelah dinyatakan lolos screnning, baru mereka disuntik vaksin.
Binda Jatim dan Dinkes Kota Kediri menyediakan vaksin untuk dosis pertama, kedua serta booster untuk warga binaan. Peserta vaksin pun dengan sukarela mengikutinya. Mereka saar bahwa, vaksin penting bagi kesehatannya, terlebih karena pandemi Covid-19 masih ada.
Mulai Desember lalu, BIN sudah gencar melakukan percepatan vaksinasi untuk masyarakat di wilayah Kediri. Tidak hanya ke masyarakat umum, tetapi menyasar kelompok kelompok rentan seperti warga binaan. Harapannnya melalui kegiatan ini, segera terwujud kekebalan kelompok dan pandemi berubah menjadi endemi, sehingga Covid-19 akan dianggap sebagai penyakit yang biasa. [nm/kun]






