Jember (beritajatim.com) – Prestasi sepak bola Kabupaten Jember di level regional maupun nasional memang belum cemerlang. Namun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember menjadikan cabang olahraga sepak bola sebagai salah satu dari 10 cabang olahraga yang wajib mendulang emas dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2022.
Soetriono, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jember, mengatakan, sepak bola wajib menjadi cabor unggulan. “Walaupun prestasinya tidak seberapa, tapi wajib jadi cabor unggulan, karena medali emasnya hanya satu dan pemainnya banyak. Itu pun (sepak bola) menjadi ikon di mana-mana,” katanya.
Apalagi, Jember menjadi tuan rumah cabor sepak bola. Di antara empat tuan rumah Porprov Jatim 2022, hanya Jember yang memiliki dua stadion sepakbola. Stadion yang berkapasitas 20 ribu penonton yang rencananya juga dipakai sebagai lokasi pembukaan adalah Jember Sport Garden yang dibangun pada masa Bupati MZA Djalal.
Ketua Asosiasi Sepakbola Kabupaten (Askab) PSSI Jember Try Sandi Apriana percaya diri bakal memenuhi target tersebut. “Bismillah. Kami sudah berlatih sejak Desember 2021. Kenapa kami optimistis, karena pemain yang bermain di klub-klub Liga 3 kembali ke Jember. Kalau porprov, pemain wajib membela tim sesuai KTP daerah masing-masing,” katanya, di sela-sela kegiatan berolahraga, Minggu (13/3/2022).
Tim sepak bola Jember dilatih mantan pemain Persid, M. Rofiq. Para pemain Persid yang memenuhi syarat masuk dari aspek usia dan teknis saat seleksi akan menjadi bagian dari tim porprov. Begitu juga pemain-pemain asal Jember yang bermain di klub-klub Liga 3 kota lain. “Mereka tinggal menguatkan chemistry saja. Kalau soal permainan, skill mereka sudah bagus. Jadi target emas pun bukan hal mustahil, karena komposisi pemain kami cukup bagus,” kata Sandi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”porprov-jatim”]
Sandi belum menganalisis tim sepak bola lain yang bakal menjadi ancaman bagi Jember dalam mewujudkan target medali emas. “Kami masih terfokus pada diri sendiri, memperbaiki tim sendiri dulu. Kami juga belum menggelar pertandingan persahabatan dengan tim daerah lain. Ada beberapa yang sudah mengajak pertandingan uji coba, kami masih belum iyakan, karena tim kami belum kompak. Masih ada pemain Jember yang berada di luar. Belum full team,” katanya.
Dalam Porprov 2019, tim Jember gagal lolos ke 16 Besar, setelah dijatuhi sanksi oleh Komisi Disiplin Asprov PSSI Jawa Timur. Padahal Jember sudah menjadi juara Grup B dan berhak lolos ke babak selanjutnya. Dalam tiga pertandingan di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Kabupaten Pamekasan, Jember membekuk Pamekasan 2-1, Kota Probolinggo 3-1, dan Kabupaten Kediri 3-0.
Namun tim Jember dinilai melanggar aturan karena menggunakan pemain tidak sah atas nama Rizki Iswantur R bernomor punggung 16 saat berhadapan dengan Kediri. Alhasil Komdis menjatuhkan sanksi beruntun berupa pengurangan tiga poin, pembatalan kemenangan, dan Jember dinyatakan kalah 0-3 dalam pertandingan tersebut.
Medali emas cabor sepak bola dalam Porprov 2019 diraih Kabupaten Tuban yang mengalahkan Sidoarjo dengan skor 2-1, dalam babak final, di Stadion Bumi Wali Tuban, Sabtu (13/7/2019). [wir/suf]






