Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, telah menyuntikkan 11.200 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) ternak. Vaksinasi masih menjadi andalan untuk mencegah penyebaran wabah tersebut.
“Minggu ini kami akan mendapatkan tambahan alokasi vaksin sejumlah 25.200 dosis,” kata Bupati Hendy Siswanto, dalam sidang paripurna lanjutan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPP) APBD 2021, di gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (20/7/2022).
Hendy sudah menerbitkan surat edaran kewaspadaan dini terhadap penyakit PMK kepada seluruh Camat di Kabupaten Jember pada 12 dan 18 Mei 2022. Gugus Tugas Percepatan Penanganan PMK dibentuk pada 31 Mei 2022. Puncaknya adalah terbitnya surat keputusan Penetapan Status Keadaan Darurat Bencana Wabah Akibat PMK pada 15 Juni 2022.
“Berdasarkan Penetapan Status Keadaan Darurat Bencana Wabah Akibat PMK, Dinas Peternakan mengajukan anggaran BTT untuk penanganan PMK yang sekarang masih dalam proses. Langkah selanjutnya kami akan melakukan penutupan sementara pasar hewan sampai dengan PMK terkendali,” kata Hendy.
Pemkab juga memberikan komunikasi informasi dan edukasi kepada para peternak oleh petugas medis dan paramedis veteriner di wilayah kerja delapan pusat kesehatan hewan. “Kami melakukan penyemprotan desinfektan di pasar-pasar hewan, lokasi kandang ternak sakit, dan rumah potong hewan dan lingkungannya. Petugas mengobati simtomatis pada ternak yang terjangkit dan bekerja sama dengan TNI-Polri untuk menyekat perbatasan,” kata Hendy.
[berita-terkait number=”4″ tag=”wabah-pmk-jember”]
Penanganan wabah PMK selalu melibatkan aparat desa dan kecamatan, babinsa dan bhabinkamtibmas, unsur Muspika dan Forkopimda. Akademisi dan unsur lain di masyarakat juga terlibat. “Tindakan selanjutnya dalam pengendalian PMK di Kabupaten Jember akan dilakukan vaksinasi massal pada seluruh ternak masyarakat, seperti sapi, kerbau, kambing, dombam dan babi,” kata Hendy.
“Kami harapkan dukungan semua unsur pemerintah, anggota dewan, akademisi, swasta dan unsur masyarakat lain dalam pengendalian penyakit tersebut. Semoga PMK di Kabupaten Jember bisa segera diatasi dan kerugian masyarakat akibat wabah ini bisa ditekan,” kata Hendy. [wir/but]






