Mojokerto (beritajatim.com) – Ratusan ribu Klaper (serangga kecil sejenis laron yang muncul dari sungai, red) menyerbu Jembatan Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Senin (14/2/2022) malam. Tercatat, 10 pengendara sepeda motor terjatuh akibat serangan serangga yang muncul saat gelap ini.
Serangan Klaper kembali menyambangi jembatan penghubung Sidoarjo-Mojokerto kali kedua di tahun 2022. Meski serangan serangan Klaper tak sebanyak di kemunculan pertamanya, namun tercatat ada 10 pengendara sepeda motor harus terjatuh karena jalan licin akibat serangan kecil ini.
Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan dan Penanggulangan Bencana, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mojokerto, Didik Soedarsono mengatakan, serangan Klaper tersebut merupakan kali kedua di tahun 2022.
“Seminggu lalu, juga ada di lokasi yang sama tapi lebih banyak yang pertama itu. Hampir dua kali,” ungkapnya, Selasa (13/2/2022).
Masih kata Didik, serangan Klaper di Jembatan Ngrame tersebut menjadi fenomenal yang muncul setiap musim hujan turun. Menurutnya, dalam setahun di Jembatan Ngrame tercatat empat hingga lima kali muncul serangan ini saat musim hujan. Namun menurutnya, tahun 2020-2021 menurun dibanding tahun sebelum-sebelumnya.
“Saya terlibat ikut penanganan fenomena serangan Klaper sejak tahun 2017. Tahun 2017-2019 banyak jumlahnya, tahun 2020-2021 lebih sedikit tapi untuk tahun ini seperti kembali banyak. Ini sudah dua kali, seminggu kemarin juga ada. Kalau di Mojokerto, selain di Jembatan Ngrame juga ada di Jembatan Tanjangrono, Kecamatan Ngoro,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kecamatan-pungging”]
Menurutnya, di Jembatan Tanjangrono warga sekitar berjaga untuk memperingatkan pengguna jalan agar berhati-hati. Didik menjelaskan, jika serangan ini akan muncul usai hujan atau cuaca mendung dan kemunculannya saat mulai gelap. Mereka muncul dari Kali Sadar dan akan mencari lampu.
“Biasanya magrip mulai muncul, banyak di sisi jembatan sebelah timur yang dari arah Sidoarjo. Mungkin di sisi timur jembatan itu lampunya lebih terang dibanding jembatan yang sisi barat. Dan di tengah jembatan juga kondisinya gelap sehingga banyak di sisi timur. Kemarin itu tidak hujan tapi karena cuaca mendung, bisa jadi mereka muncul,” ujarnya.

Didik menjelaskan, serangan ini bisa menyebabkan aspal di jalan licin dan bisa menempel di ban kendaraan sehingga membuat kendaraan selip. Menurutnya, serangan ini juga cepat berkembang biak meski dalam kondisi sudah mari. Dalam keadaan mati namun kondisi badan serangan ini masih utuh, mereka masih bisa berkembang biar.
“Makanya ada beberapa upaya, lampu dimatikan, dibakar atau diberi asap agar pergi dan saat sudah mati dan menempel di asap maka harus dibersihkan dengan air. Air ini fungsinya agar serangan ini tidak menempel di aspal yang membuat kendaraan selip karena ban kendaraan terkenal serangan ini. Karena lengket dan menempel di ban kendaraan,” urainya.
Sehingga Tim PMI Kabupaten Mojokerto bersama relawan Info Seputar Mojosari (ISM) berbagi tugas untuk menangani serangan serangga ini. Ada yang bertugas untuk membakar, menyemprot aspal dan mengingatkan pengguna jalan untuk berhari-hari saat melintas di Jembatan Ngrame.
“Iya karena serangan Klaper banyak di timur jembatan sehingga pengguna jalan diarahkan untuk melintas di jembatan sisi barat. Klaper ini akan mati saat dibakar jadi kita juga membakar karena yang berterbangan itu tidak bisa disemprot dengan air, yang disemprot yang sudah jatuh di aspal. Kita bersihkan agar pengendara bisa aman berkendara,” paparnya.
Menurutnya, dalam penanganan serangan Klaper pada Senin malam tersebut dilakukan selama 2,5 jam. Dalam 2,5 jam tersebut, petugas membutuhkan dua tangki air untuk membersihkan lengketnya aspal Jembatan Klaper dari serangan Klaper. Pihaknya pun mencatat ada 10 kendaraan roda dua yang terjatuh akibat jalan licin.
“Kita kemarin mulai sekitar jam 7 sampai setengah 10 malam, itu pun belum habis semua Klaper nya. Ada 10 kendaraan roda dua yang terjatuh karena licin, tidak hanya kendaraan roda dua. Ini juga bisa menyebabkan kendaraan roda empat selip karena ban lengket oleh serangan yang sudah jatuh di aspal,” tuturnya.
Pihaknya menghimbau bagi pengendara jalan yang hendak melintas Jembatan Ngrame terutama setelah turun hujan untuk berhati-hati. Karena serangan yang keluar beterbangan tersebut akan muncul saat musim hujan dan mencari lampu saat gelap. [tin/ted]






