Ngawi (beritajatim.com) – Perbaikan Jembatan Merah Putih Presisi di Dusun Blandongan, Desa Ngawi, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, telah rampung.
Infrastruktur yang sebelumnya rusak dan dinilai membahayakan pengguna itu kini kembali berfungsi optimal, menghadirkan akses yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Jembatan tersebut merupakan jalur vital yang digunakan warga untuk menunjang aktivitas harian, termasuk mobilitas pelajar menuju sekolah. Sebelum diperbaiki, kondisi jembatan cukup memprihatinkan dengan struktur yang rapuh dan minim pengaman, sehingga berisiko bagi pengguna.
Perbaikan dilakukan selama kurang lebih satu pekan melalui inisiasi Polres Ngawi bersama instansi terkait. Hasilnya, struktur jembatan kini lebih kokoh, dilengkapi pagar pengaman hingga ke bagian ujung, serta tampilan yang lebih rapi setelah dilakukan pengecatan ulang.
Kepala Desa Ngawi, Eko Budi Sudarmanto, mewakili warga menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan. Ia menyebut perbaikan ini memberikan dampak langsung bagi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
“Kami sangat bersyukur. Sekarang akses sudah aman, anak-anak juga bisa berangkat sekolah dengan lebih nyaman tanpa rasa khawatir,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga Angga Widyatama, yang dinilai responsif terhadap kebutuhan warga. Menurutnya, kehadiran aparat dalam pembangunan infrastruktur menjadi bukti nyata kepedulian terhadap masyarakat.
Kapolres Ngawi menegaskan, perbaikan fasilitas umum yang berdampak langsung bagi warga merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik.
“Jembatan Merah Putih Presisi ini diharapkan mampu menunjang aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan keselamatan. Polri akan terus hadir memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Rampungnya perbaikan jembatan ini diharapkan memperlancar konektivitas antarwilayah di Dusun Blandongan. Selain itu, keberadaan infrastruktur yang layak juga diyakini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal serta menunjang sektor pendidikan di wilayah tersebut. [fiq/ted]






