Jembatan Kaca Bromo Pertama di RI Akan Diresmikan, Siap-siap Jadi Destinasi Wisata Baru
Surabaya (beritajatim.com) – Jembatan gantung kaca yang ada di Seruni Point di KSPN Bromo-Tengger-Semeru (BTS), Jawa Timur, menjadi yang pertama kalinya di Indonesia.
Pembangunannya terbilang cukup cepat, mulai dikerjakan pada akhir September 2021 dan ditargetkan selesai pada akhir tahun. Sekarang pembangunan jembatan kaca ini dinyatakan telah selesai.
Namun infrastruktur penunjang, seperti tangga, penerangan, toilet, lahan parkir, serta pos 1 dan 2 masih dalam tahap penyempurnaan.
Menurut Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto, jembatan kaca ini tinggal menunggu peresmian pada akhir tahun 2022 atau awal 2023 mendatang.
Kontruksi Jembatan Kaca Seruni Point Bromo
Desain Jembatan Kaca Seruni Point Bromo bertipe tipesuspended-cable dengan panjang bentang 120 meter dan kedalaman jurang kurang lebih 80 meter. Ukuran lantai pijakan memiliki lebar 1,8 meter dan 3 meter untuk bagian tengah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”wisata”]
Pondasinya menggunakan tiang bor dan sumuran. Kemudian material kaca yang digunakan adalah kaca dengan pengaman berlapis SGP yang terdiri dari dua lembar laminated glass. Dengan total ketebalan 25,55 mm.
Lantai kaca jenis ini sudah diuji dan mampu menahan beban hingga 9 ton. Serta konstruksi jembatannya diklaim dapat menampung hingga 100 orang secara bersamaan.
Pilihan Destinasi Wisata Baru di Kawasan Gunung Bromo
Jembatan kaca ini menjadi destinasi wisata yang baru di sekitar gunung Bromo. Wisata adrenalin ini sekaligus sebagai penghubung Terminal Wisata Seruni Point dengan shuttle area yang juga tengah dikembangkan.
Melintang dari tebing barat ke timur, pengunjung dapat melihat panorama di sekitar jembatan kaca. Pada arah selatan, wisatawan bisa melihat tiga gunung api aktif sekaligus yakni Gunung Semeru, Bromo dan Batok. Sedangkan sisi utara terdapat perbukitan, jurang, dan lahan pertanian warga Suku Tengger yang memanjakan mata.
Adapun sarana prasarana yang juga tengah dibangun. Seperti amphitheater, drop zone, pavement area, shuttle zone, terminal, dan gapura penanda.
Selain wisata adrenalin, pengunjung juga bisa belajar ekosistem dan lebih dekat dengan alam.
Untuk informasi pembukaan serta harga tiket, belum diumumkan. Namun diperkirakan semua informasi itu akan diumumkan akhir tahun atau awal tahun 2023. (kai/nap)






