Jember (beritajatim.com) – Slamet (40), warga Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, hanyut terbawa arus sungai sejak Kamis kemarin dan hingga hari ini belum ditemukan. Gara-garanya, jembatan bambu patah saat dia melintas.
Peristiwa nahas ini terjadi Kamis (19/1/2023) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu Slamet dan Ahmad Junaidi berjalan menyeberangi jembatan bambu desa, sambil membawa kayu sengon. Jembatan ini dibuat oleh warga secara swadaya.
Mendadak pegangan jembatan patah, sehingga Slamet pun tercebur masuk ke sungai dan terbawa arus. Pencarian pun dilakukan oleh relawan Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Baret Rescue, dan potensi pencari lainnya.
“Kami segera melakukan pencarian pada malam hari. Jam 10 kami hentikan dan dilanjutkan pagi ini, dengan dibantu aparat Kepolisian Resor Jember,” kata anggota DPRD yang juga Komandan Baret Rescue Jember David Handoko Seto, bersama rekannya sesama anggota parlemen, Dannis Barlie Halim.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Jember”]
Pagi ini pencarian Slamet ini mengundang perhatian warga. Warga desa berbondong-bondong ke lokasi sungai untuk menyaksikan proses pencarian.
“Ini justru membahayakan masyarakat. Kami minta bantuan Polres Jember untuk mengamankan massa. Kami berharap pencarian hari ini membuahkan hasil, dan operasi pencarian bisa segera dihentikan,” kata David.
Perahu karet dikerahkan untuk pencarian. “Teman-teman potensi relawan bersama-sama melakukan pencarian,” kata David. [wir/beq]






