Blitar (beritajatim.com) – Jembatan penghubung Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar dengan Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang ambrol. Setengah badan jalan tak bisa dilalui akibat tergerus arus sungai.
Akibat kejadian itu, aktivitas warga terganggu. Kendaraan roda empat dan roda dua harus melintas secara bergantian.
Selain ambrol, kondisi sekitar jembatan tersebut juga telah muncul retakan. Warga sekitar dan pengendara pun khawatir bila terjadi hujan deras kembali maka setengah badan jembatan yang tersisa akan ikut ambrol.
“Ya khawatir, soalnya ini sudah terjadi retakan lagi, kalau hujan deras lagi kan bisa-bisa ikut ambrol, kalau ambrol harus memutar arah yang jauh,” kata Katiren, warga sekitar, Senin (20/3/2023).
Diketahui, jembatan yang berada di Desa Tugurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar itu merupakan jalur tercepat untuk menuju wilayah Kabupaten Malang seperti Kecamatan Donomulyo hingga Kalipare. Jalur tersebut juga merupakan jalan yang biasa digunakan warga untuk membawa hasil panen.
Sehingga jika jembatan ini putus maka akan mengganggu aktivitas masyarakat, terutama petani. Untuk mengantisipasi dampak yang tidak diinginkan seperti orang jatuh, warga memasang pagar bambu di jalan yang ambrol tersebut.
Baca Juga:
Penambang Pasir Tenggelam di Sungai Brantas Blitar
“Ini ya jalan tercepat untuk menghubungkan ke Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang kalau ini ambrol semua kami yang repot,” tegasnya.
Jembatan yang ambrol tersebut memiliki lebar sekitar 3 meter dengan panjang sekitar 5 meter. Bangunan jembatan ini memang sudah lama tidak diperbaiki.
Selain itu penyebab ambrolnya jembatan tersebut adalah faktor cuaca. Tingginya curah hujan yang terjadi di wilayah Kecamatan Wates Kabupaten Blitar beberapa bulan terakhir, membuat debit air di sungai setempat meningkat akibatnya jembatan yang berusia tua tersebut ambrol.
“Ini kan usianya juga sudah tua, curah hujan tinggi kemarin juga menjadi penyebab jembatan penghubung antar kecamatan itu ambrol,” terangnya.
Baca Juga:
Korupsi BPR Hambangun Artha, Bupati Blitar Curiga dari Awal
Selain menyebabkan jembatan ambrol, Curah hujan tinggi yang terjadi beberapa bulan terakhir juga membuat jalan protokol kecamatan Wates Kabupaten Blitar rusak. Sejumlah jalan berlobang akibat tingginya intensitas hujan serta banyaknya kendaraan berat yang melintas.
Diketahui wilayah Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar merupakan penghasil kayu terutama sengon dna jati. Sehingga sepanjang jalan Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar selalu dilewati kendaraan berat yang memuat kayu dan juga tebu.
Kini masyarakat sekitar berharap agar pemerintah Kabupaten Blitar segera memperbaiki jembatan yang ambrol tersebut. Selain itu masyarakat juga ingin Pemerintah Kabupaten Blitar segera memperbaiki infrastruktur jalan yang telah lama rusak, agar aktivitas perekonomian lebih lancar. [owi/beq]






