Pamekasan (beritajatim.com) – Jemaah calon Haji (JCH) Pamekasan, dipastikan sudah tiba dengan selamat di Bandara Internasional King Abd Aziz Jeddah, Arab Saudi, Selasa (12/11/5/2026). Selanjutnya mereka akan melaksanakan rangkaian ibadah haji pada Musim Haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
“Seluruh jemaah calon haji asal Pamekasan yang terbagi dalam empat kloter (kelompok terbang) berbeda, semua tiba dengan dengan selamat di Arab Saudi. Mereka berangkat dari Bandara Juanda Surabaya, Senin (11/5/2026) kemarin,” kata Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Pamekasan, Abdul Halim.
Para JCH Pamekasan, bertolak menuju Jeddah melalui empat kloter berbeda. Kloter 73 berangkat pada pukul 6:55 WIB, disusul Kloter 74 berangkat pukul 13:00 WIB, Kloter 75 berangkat pukul 14:30 WIB, dan Kloter terakhir, yakni Kloter 76 berangkat pukul 16:15 WIB.
“Kedatangan para jamaah berlangsung lancar setelah menempuh perjalanan udara dari Indonesia menuju Arab Saudi, rombongan jemaah disambut langsung oleh petugas haji Indonesia di Jeddah,” ungkapnya.
Selain itu pihaknya memastikan kondisi jemaah seluruhnya dalam keadaan sehat, dan bersiap melaksanakan ibadah rukun Islam kelima. “Seluruh jamaah dalam kondisi sehat, dan selanjutnya bersiap melanjutkan perjalanan menuju Makkah untuk menjalani rangkaian ibadah haji,” tegasnya.
“Tentu kami sangat bersyukur atas kelancaran perjalanan para jamaah. Tak kalah penting kami juga mengimbau seluruh jamaah untuk menjaga kesehatan, mengatur waktu istirahat, dan mematuhi arahan petugas selama berada di Tanah Suci,” jelasnya.
Pihaknya juga sangat berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat. “Tidak kalah penting, kami juga sangat berharap agar para jemaah kembali tiba ke tanah air dengan selamat, serta mendapat predikat haji mabrur,” pungkasnya.
Seperti diketahui, total JCH Pamekasan terdata sebanyak 1.384 orang dan dibagi dalam empat kloter berbeda. Masing-masing sebanyak 309 jemaah untuk kloter 73, 325 jemaah untuk kloter 74, 376 jemaah Kloter 75, serta 374 jemaah untuk kloter 76.
Dari total JCH tersebut, tercatat sebanyak 782 jemaah dinyatakan masuk kategori berisiko tinggi dan memerlukan pendampingan khusus ketika melaksanakan ibadah haji. Bahkan dari jumlah tersebut, dua jemaah di antaranya dipastikan gagal berangkat akibat kondisi kesehatan. [pin/kun]






