Ngawi (beritajatim.com) – Menjelang masuk sekolah tahun ajaran baru, sejumlah warga di Ngawi, Jawa Timur, beramai-ramai menggadaikan emas hingga traktor ke Pegadaian.
Uang hasil gadai tersebut mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya, seperti membeli kain dan membayar ongkos jahit seragam sekolah.Di salah satu gudang Pegadaian Cabang Ngawi, tampak puluhan traktor milik warga berjejer rapi.
Mesin pembajak sawah tersebut digadaikan dengan harga antara 5 juta hingga 15 juta rupiah.Salah satu warga yang menggadaikan traktornya adalah Supardi, warga Desa Kedungudi, Kecamatan Paron.
Pria 45 tahun itu menggadaikan traktornya karena tidak memiliki cukup uang untuk membeli seragam baru bagi ketiga anaknya yang akan masuk sekolah. “Saya gadaikan traktor ini karena tidak punya uang untuk beli seragam baru anak-anak. Hasil gadainya akan saya gunakan untuk membeli kain dan membayar ongkos jahit,” ujar Supardi, Senin (8/7/2024).
Tak hanya traktor, emas pun menjadi barang yang banyak digadaikan di Pegadaian Ngawi.Seperti yang dilakukan oleh Istiani (35), warga Desa Kersoharjo, Kecamatan Geneng. Dia menggadaikan emas seberat 10 gram dengan harga 3 juta rupiah.
“Emas ini saya gadaikan agar cepat dapat uang untuk beli seragam anak. Uang ini hanya cukup untuk beli kain dan ongkos jahit saja,” kata Istiani.
Menurut Yuni Prastiwi, Manager Gadai Kantor Pegadaian Cabang Ngawi, fenomena warga menggadaikan barang berharga untuk biaya sekolah anak memang terjadi setiap tahun menjelang tahun ajaran baru. “Musim gini banyak yang gadaikan emas untuk biaya sekolah anaknya. Ada juga yang gadaikan traktor. Biasanya untuk bayar uang pangkal dan biaya masuk,” jelas Yuni.
Yuni menambahkan, Pegadaian siap membantu masyarakat yang membutuhkan dana untuk keperluan pendidikan anak. “Kami menawarkan berbagai produk pembiayaan dengan bunga yang kompetitif,” ujarnya. [fiq/kun]






