Blitar (beritajatim.com) – Upaya menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api di wilayah Kabupaten Blitar mendapat nafas baru.
Menjelang lonjakan arus mudik Lebaran 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar mendapatkan bantuan 2 titik palang pintu perlintasan kereta api di wilayah Kecamatan Talun.
Kepastian ini menyusul rampungnya pembangunan dua palang pintu kereta api hasil hibah dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur.
Meski bangunan fisik telah berdiri kokoh, tantangan sesungguhnya kini beralih pada kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang akan berjaga di garda depan keselamatan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, Puguh Imam Susanto, menegaskan bahwa kedua palang pintu tersebut dipatok harus sudah beroperasi penuh pada awal Maret 2026. Target ini dianggap krusial agar sistem pengamanan saat musim mudik benar-benar matang, sehingga nyawa jutaan pemudik melintasi Bumi Penataran bisa aman.
“Kami mendapatkan bantuan dua titik ini dari Dishub Jatim dan fisiknya sudah siap di daerah Talun. Rencananya, awal Maret sudah mulai operasional,” ungkap Puguh saat dikonfirmasi, Sabtu (21/2/2026).
Kondisi saat ini, 2 palang pintu perlintasan kereta api tersebut telah selesai dibangun. Kedua palang pintu itu pun sudah siap dioperasionalkan, namun hal itu masih menunggu sumber daya manusianya.
Menyadari risiko tinggi di perlintasan sebidang, Dishub Kabupaten Blitar tidak main-main dalam menyiapkan petugas. Sebanyak delapan orang personel baru telah disiapkan untuk mengisi pos penjagaan di Talun.
Ke-delapan petugas tersebut dijadwalkan akan menjalani diklat (pendidikan dan pelatihan) khusus perkeretaapian di Madiun dalam waktu dekat. Pelatihan ini menjadi syarat mutlak untuk mendapatkan sertifikasi kecakapan penjaga perlintasan.
“Tinggal menempatkan personel. Saat ini ada delapan petugas yang akan kami kirim untuk mengikuti diklat di Madiun agar mereka memiliki kualifikasi resmi sebelum bertugas,” tambah Puguh.
Secara data, progres keamanan perlintasan kereta api di Kabupaten Blitar menunjukkan tren positif. Pada akhir tahun 2024, Blitar tercatat memiliki 18 titik perlintasan yang sudah berpalang pintu. Dengan tambahan dua titik di Talun ini, total perlintasan resmi yang terproteksi kini genap menjadi 20 titik. (owi/ted)







1 Komentar
Monggo dilaksanakan penjagaan palang pintu kereta api