Banyuwangi (beritajatim.com) – Menjelang mudik Lebaran 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi bersama Polresta Banyuwangi menggelar ramp check terhadap kendaraan bus angkutan umum. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kelayakan fisik kendaraan dan mencegah potensi kecelakaan lalu lintas selama periode mudik Hari Raya Idul Fitri 1446 H.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh kendaraan yang digunakan untuk angkutan Lebaran benar-benar dalam kondisi laik jalan. Keselamatan pengguna jasa transportasi adalah prioritas utama,” kata Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono.
Ramp check ini mencakup pemeriksaan berbagai aspek teknis kendaraan, seperti kondisi rem, ban, lampu, sistem kemudi, hingga kelengkapan dokumen operasional bus. Selain itu, pemeriksaan juga menyasar kesehatan sopir melalui tes urine guna memastikan mereka bebas dari penggunaan obat-obatan terlarang dan dalam kondisi fisik yang prima.
“Kami percaya keselamatan lalu lintas bukan hanya tentang kondisi kendaraan, tetapi juga kesehatan dan kondisi supir. Dengan tes urine ini, kami bisa memastikan bahwa supir tidak ada yang menggunakan obat-obatan yang dapat mengganggu konsentrasi saat mengemudi,” ujar Mujiono.
Wakapolresta Banyuwangi, AKBP Teguh Priyo Waseso, menambahkan bahwa ramp check ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para pengusaha otobus (PO) dan sopir dalam menjaga standar keselamatan.
“Ramp check juga akan kami laksanakan di terminal-terminal di Banyuwangi. Hal ini penting untuk mencegah kecelakaan akibat faktor human error atau kendaraan yang tidak laik jalan,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi, I Komang Sudira Atmaja, mengungkapkan bahwa ramp check telah dilakukan di Terminal Sri Tanjung dan garasi bus Abiyan Tour and Travel.
“Hasilnya sesuai harapan. Kendaraan laik jalan, sopirnya juga sudah dites urine, dan kelengkapan surat pengendara juga ada semua,” kata Komang.
Jika ditemukan bus yang tidak memenuhi standar kelayakan, Dishub akan memberikan peringatan dan mewajibkan perbaikan sebelum kendaraan diizinkan beroperasi.
“Kami juga mengimbau kepada seluruh PO bus untuk secara rutin melakukan perawatan kendaraan demi keselamatan bersama,” tambah Komang. [alr/beq]






