Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri melakukan pengawasan dan tera ulang takaran bahan bakar di seluruh SPBU se-Kota Kediri pada 2 – 4 Maret 2026 untuk memastikan akurasi pengisian BBM menjelang arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pengawasan menyasar sekitar 14 SPBU yang tersebar di wilayah kota. Pada hari pertama, Senin (2/3/2026), kegiatan difokuskan di Kecamatan Mojoroto dengan pemeriksaan di lima SPBU, yakni SPBU Ahmad Dahlan, SPBU Mojoroto, SPBU Raung, SPBU Tamanan, dan SPBU Campurejo.
Kepala Disperdagin Kota Kediri Moh Ridwan mengatakan pemeriksaan difokuskan pada ketepatan takaran BBM di setiap nosel dan selang pengisian untuk seluruh jenis bahan bakar, termasuk Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo.
“Setiap nosel kita uji sebanyak tiga kali menggunakan bejana ukur berkapasitas 20 liter untuk memastikan ketepatan takaran. Alhamdulillah, hasil pengujiannya semua sesuai takaran dan menunjukkan kualitas bahan bakar di beberapa SPBU yang diperiksa bagus dan sesuai standar,” ujarnya.
Ia menegaskan jika ditemukan pelanggaran, pihaknya akan memberikan peringatan dan berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) untuk penanganan lebih lanjut sesuai kewenangan.
“Alhamdulillah selama ini di SPBU Kota Kediri tidak ada yang menyalahi aturan, semuanya sesuai takaran. Disamping itu juga belum ada laporan masyarakat yang masuk ke Disperdagin terkait ketidaksesuaian takaran,” jelasnya.
Ridwan menambahkan pengawasan akan dilakukan secara rutin dan masif, khususnya menjelang hari besar keagamaan, guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap akurasi takaran dan kualitas BBM.
Sementara itu, Pengawas SPBU Mojoroto Agung Setiono menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Dengan adanya pengawasan ini, masyarakat semakin percaya terhadap kualitas dan takaran BBM di SPBU,” katanya.
Ia mengungkapkan SPBU juga melakukan pengawasan internal, terutama pada musim hujan, dengan pengecekan kualitas BBM menggunakan alat seperti hidrometer, termometer, dan gelas kaca berisi pasta air untuk mendeteksi kemungkinan campuran air dalam bahan bakar.
“Ketika distribusi bahan bakar datang, setiap pagi kita lakukan pengecekan menggunakan alat pengujian seperti Hidrometer, Termometer dan gelas kaca yang diisi pasta air. Jika terdapat campuran air di bahan bakar maka indikatornya akan berubah warnanya,” terangnya.
Melalui pengawasan ini, pemerintah berharap masyarakat merasa lebih aman dan nyaman saat mengisi BBM, terutama selama periode mudik dan arus balik Lebaran. [nm/beq]






