Jombang (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi penukaran uang baru menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Namun, banyak warga mengeluhkan kesulitan dalam mengakses sistem pendaftaran online melalui situs pintar.bi.go.id.
Brianika, warga Sidoarjo, mengaku telah berusaha mengakses situs tersebut selama dua hari menggunakan laptop dan dua ponsel, tetapi server selalu mengalami kendala. “Saya sudah dua hari ini mencoba menggunakan dua perangkat tapi tidak akses padahal yang saya tukarkan juga tidak banyak,” ungkapnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Meylina, warga Surabaya, yang mengalami kesulitan mengakses layanan tersebut. “Berulang kali saya coba tapi gagal, mau tukar di luar itu potongannya terlalu besar tapi kita dikasih fasilitas kurang menunjang selalu error,” ucapnya.
Sementara itu, Wahyu Aditya, warga Gresik, berhasil mendapatkan nomor antrean. Ia mengungkapkan bahwa akses ke server memang harus dilakukan dengan cepat karena sistem sangat kompetitif.
“Aku lancar tapi ya memang harus cepat karena rebutan. Kalau pengisian form kelamaan, pilihan kita bisa batal karena penuh. Jadi solusinya disiapkan dulu isian form seperti nama dan email lalu tinggal menyalin,” ucap Adit, Minggu (23/3/2025).
Menurut pria yang sudah memiliki satu anak ini, sistem penukaran uang memang dibatasi dengan pilihan lokasi dan waktu pengambilan yang lebih terarah. “Nanti ada pilihan pengambilan dan sesuai sama waktu dan tempat yang dipilih. Kebetulan aku dapat di Bank Permata di Mayjen Sungkono Surabaya,” imbuhnya.
Diketahui, Bank Indonesia (BI) kembali membuka pendaftaran penukaran uang baru untuk periode terakhir pada hari ini, Minggu (23/3/2025), pukul 09.00 WIB. Namun, banyak warga berharap agar akses ke sistem pendaftaran dapat lebih lancar dan tidak mengalami kendala teknis seperti yang terjadi saat ini. [way/suf]






