Bangkalan (beritajatim.com) – Jajaran kepolisian melarang Bonek datang (away) ke Stadion Gelora Bangkalan (SGB) saat pertandingan antara Madura United vs Persebaya yang akan digelar Minggu (17/9/2023) mendatang.
Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya mengatakan, larangan tersebut merupakan aturan dari federasi sepak bola serta untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
“Bonek dilarang turun ke Bangkalan untuk menyaksikan pertandingan di SGB hal itu untuk menaati aturan serta mengantisipasi adanya kejadian yang tidak kita inginkan,” terangnya, Jumat (15/9/2023)
Tak hanya itu, pihaknya juga memperketat pengamanan saat pertandingan berlangsung termasuk melakukan penyekatan di sejumlah titik rawan.
“Strategi penyekatan sudah kita siapkan, terutama di titik-titik rawan,” imbuhnya.
Baca Juga: Bos Madura United Minta Bonek Tak Datang ke Madura
Tidak hanya itu, larangan bonek turun ke Bangkalan juga telah disepakati oleh kedua supporter dan Kamis (14/9/2023) kemarin, dua belah pihak berkumpul sekaligus manegemenya.
Terpisah, Presiden K-conk Mania, Jimhur Saros mengatakan pihaknya berharap Bonek tidak hadir untuk menaati aturan serta saling menjaga kondusifitas serta keberlangsungan kedua tim agar tetap berada di Liga.
“Kami mohon kepada rekan rekan Bonek untuk tidak hadir karena memang itu aturannya dan juga agar kedua tim sepak bola ini tidak dikenai sanksi sehingga tetap bisa main di Liga,” ujarnya.
Sementara itu, Perwakilan Bonek, Cak Cong mengaku akan melakukan sosialisasi ke seluruh Bonek agar tidak datang ke SGB pada Minggu esok.
“Kami sudah menyepakati dan akan melakukan sosialisasi agar tidak ada bonek yang datang ke Bangkalan,” tandasnya.[sar/ted]






