Surabaya (beritajatim.com) – Hanya 3 (tiga) hari menjelang Kongres X IKA Universitas Airlangga (IKA Unair), Rektor Unair Mohammad Nasih mengeluarkan maklumat berisi 7 (tujuh) poin. Salah satu yang terpenting mengingatkan agar semua calon bisa bersikap siap kalah dan siap menang.
“Kami tentu juga sangat berharap agar para calon berkompetisi secara sehat dan fair serta siap kalah dan siap menang. Semua demi bakti kita untuk Unair dan negeri. Calon yang hanya siap menang dan tidak siap kalah sebaiknya mempertimbangkan benar keikutsertaannya dalam proses lanjutan,” tulis Nasih dalam maklumatnya, Rabu (30/6/2021).
Seperti diberitakan, dalam Kongres X yang akan berlangsung 3 Juli 2021 telah muncul 8 (delapan) kandidat. Delapan calon itu, berdasar urutan abjad, adalah Abdul Kadir Jailani (FH, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri), Dimas Oky Nugroho (FISIP, Direktur Akar Rumput Strategic Consulting), Hendy Hendarto (FK, Ketua IKA UA Wilayah Jawa Timur), dan Indra Nur Fauzi (FEB, wiraswasta).
Setelah itu ada nama Khofifah Indar Parawansa (FISIP, Gubernur Jatim), Kohar Hari Santoso (FK,Direktur RSUD Dr. Saiful Anwar Malang), Moh. Adib Khumaidi (FK, Presiden Elect/ Wakil Ketua Umum PB IDI 2018-2021) dan Paulus Totok Lucida (FF, pengusaha).
Dalam maklumat poin pertama, Rektor Unair menilai semua alumni Universitas Airlangga adalah orang-orang hebat yang mempunyai kapasitas dan layak imtuk memimpin IKA UNAIR. Karena itu, dalam poin kedia, Rektor mengatakan, semua Alumni yang dicalonkan dan yang terpilih nantinya, dipastikan adalah orang-orang terseleksi, terpilih, dan pasti hebat, layak dan mampu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”IKA-Unair”]
“Ketiga, kami menyerahkan dan percayakan sepenuhnya pemilihan ketua umum kepada pemilik suara yakni para utusan. Rektor dan Manajemen UNAIR akan menerima dan bekerjasama serta berkolaborasi dengan siapapun yang terpilih untuk kepentingan Unair, Almamater tercinta kita semua,” tulisanya.
Pada bagian berikutnya Rektor Unair menambahkan, ia yakin kawan-kawan Alumni dan khususnya Alumni Pemilik Suara sudah sangat dewasa dan akan menunjukkan kedewasaan itu dalam kongres dan proses demokrasi pemilihan ketum PP IKA Unair.
Rektor Unair sangat berharap pesta demokrasi di IKA UNAIR akan berlangsung secara benar-benar demokratis, jujur, adil,fair, tanpa politik uang, tanpa tekanan, tanpa paksaan dan akan menjadi contoh bagi demokrasi di Indonesia dan Dunia.
Pada poin keenam, Rektor Unair mengungkapkan sangat berharap agar para calon berkompetisi secara sehat dan fair serta siap kalah dan siap menang. Masih pada poin itu, Rektor menuliskan beberapa kata dengan huruf capital yakni, “Semua demi bakti kita untuk UNAIR dan negeri. Calon yang hanya SIAP MENANG dan TIDAK SIAP KALAH sebaiknya mempertimbangkan benar keikutsertaannya dalam proses lanjutan.”
Terakhir, Rektor yakin sepenuhnya para Alumni dan khususnya para calon memahami dan menyadari bahwa menjadi ketua umum dan pengurus IKA Unair adalah media pengabdian dan bakti untuk Unair. “Selamat melaksanakan Kongres. Tunjukkan pada Dunia bahwa alumni UNAIR benar-benar hebat dewasa, dan menjadi pelopor dan percontohan demokrasi yang sehat, adil, dan beradab. Demnkian untuk menjadi masukan,” pungkasnya.(dig/kun)






