Ponorogo (beritajatim.com) – Jelang perayaan tahun baru Imlek 2574, pesanan lampion di Kabupaten Ponorogo meningkat. Bahkan, salah satu pengrajin lampion di bumi reog, Anton Pratama terpaksa harus menolak orderan yang sudah mendekati hari H perayaan tersebut. Sebab, orderan itu kebanyakan menginginkan untuk sudah selesai sebelum perayaan Imlek atau sebelum hari Minggu (22/01/2023) nanti.
“Karena waktunya sudah dekat, saya sampai nolak-nolak orderan, karena tenaga dan waktunya juga terbatas. Sementara permintaannya harus selesai sebelum perayaan Imlek,” ungkap Anton, saat ditemui beritajatim.com di rumahnya di Kelurahan Surodikraman, Jumat (2001/2023).
Usaha pembuatan lampion yang digeluti oleh laki-laki berumur 34 tahun, merupakan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Sehingga produksinya masih terbatas. Bahkan, pembuatannya pun menunggu pesanan. Nah, saat jelang perayaan Imlek ini, ada peningkatan pesanan yang cukup tinggi. Biasanya dalam sebulan, dirinya hanya mendapatkan pesanan kurang lebih 20 buah lampion.
“Kalau hari biasa, pesanan lampion digunakan untuk aksesoris cafe atau pembukaan toko gitu. Juga pernah ada pesanan dari sekolah-sekolah,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”imlek”]
Namun, jelang perayaan Imlek ini pesanan bisa naik lebih dari 2 kali lipat. Saat ini dirinya sudah mengerjakan sedikitnya 50 lampion. Itupun dirinya dibantu oleh 2 orang temannya. Pesanan tidak hanya dari lokal Ponorogo, namun juga dari Jawa Tengah dan Jawa Barat.
“Pesanan bisa dari Solo Jawa Tengah hingga Bekasi Jawa Barat,” katanya.
Anton mengeklaim bahwa lampion buatannya bisa awet hingga satu tahun. Sebab, bahan yang digunakan juga berkualitas. Jika biasanya rangka lampion dari bambu, dirinya menggantikannya dengan kawat besi. Kain warna-warni digunakan pun juga tahan terhadap kondisi cuaca hujan. Harganya pun menyesuaikan modelnya. Paling murah, lampion yang tidak pakai lampu harganya Rp 65 ribu. Sedangkan yang pakai lampu dihargai Rp 85 ribu. Itupun juga masih ditambahi oleh variasi-variasi tulisan.
“Ada yang harganya Rp 65 ribu dengan tidak pakai lampu. Sementara yang pakai lampu harganya Rp 85 ribu. Sudah ditambah variasi tulisan di lampionnya,” pungkasnya. [end/but]






