Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Pertanian terus mengintensifkan upaya penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak menjelang perayaan Idul Adha.
Langkah ini dilakukan melalui percepatan vaksinasi, pengawasan lalu lintas ternak, serta peningkatan surveillance di berbagai titik strategis.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner, drh. Nanang Sugiarto, menjelaskan, bahwa hingga Februari lalu pihaknya telah menerima alokasi 17.000 dosis vaksin PMK untuk sapi. Kemudian pada pertengahan Maret, jumlah tersebut kembali ditambah sebanyak 10.000 dosis guna memperluas cakupan vaksinasi di wilayah tersebut.
Upaya vaksinasi saat ini masih terus digencarkan secara merata di seluruh wilayah guna menjaga kondisi tetap kondusif.
Selain itu, pengawasan terhadap pelaku usaha ternak juga diperketat, terutama bagi mereka yang melakukan distribusi ternak lintas kabupaten maupun antar provinsi.
Pengendalian lalu lintas ternak dilakukan melalui sistem pelaporan dan pengawasan, baik secara langsung maupun melalui aplikasi yang tersedia. Setiap ternak yang keluar maupun masuk wilayah diwajibkan memiliki status vaksinasi PMK sebagai syarat utama.
Menjelang Hari Raya Idul Adha, pemerintah daerah juga meningkatkan kegiatan surveillance untuk memastikan kesehatan hewan kurban. Pemeriksaan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari H-30 hingga H-14 sebelum hari raya.
“Kalau H-30 ini nanti kita akan bergerak ke pasar hewan maupun ada di kandang-kandang penyuplai. Nanti kita akan sekaligus pemeriksaan, apabila belum divaksin kita lakukan vaksinasi,” jelasnya.
Pada tahap berikutnya, yakni H-14, petugas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut termasuk tindakan karantina di kandang-kandang yang berada di pinggir jalan maupun lokasi distribusi lainnya.
“Semoga dengan skema yang sudah kami siapkan, perayaan idul adha berjalan dengan baik dan hewan kurban yang dikonsumsi tetep aman,” kata Nanang.
Terkait capaian vaksinasi, drh. Nanang mengungkapkan bahwa sejak awal tahun hingga awal April 2026, sebanyak 17.000 dosis vaksin telah habis digunakan. Bahkan hingga akhir April, jumlah ternak yang telah divaksin diperkirakan mencapai lebih dari 19.000 ekor.
“Untuk sekarang belum kami cek lagi sesuai dengan data, yang pastinya lebih dari 17 ribu di sekitar 19 ribu ekor yang sudah kita vaksin sampai dengan akhir bulan April ini. Karena target kita dari 27 ribu ini akhir bulan Mei itu harus sudah selesai,” pungkasnya.[alr/aje]






