Magetan (beritajatim.com) – Menjelang bulan suci Ramadhan 2026, harga sejumlah komoditas cabai di pasar tradisional Kabupaten Magetan menunjukkan tren kenaikan.
Lonjakan paling tajam terjadi pada cabai rawit yang kini menembus harga Rp82 ribu per kilogram, naik signifikan dari harga sebelumnya di kisaran Rp60–65 ribu.
Berdasarkan pantauan di Pasar Sayur Magetan, kenaikan harga cabai terjadi hampir setiap hari dalam sepuluh hari terakhir. Selain cabai rawit, harga cabai merah besar juga mengalami peningkatan dari Rp28 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram. Sementara itu, cabai keriting naik dari Rp28 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram.
Pedagang mengaku kenaikan harga sudah dirasakan sejak tiga hari terakhir. Namun, mereka tidak mengetahui secara pasti penyebab lonjakan tersebut. Harga cabai disebut sudah tinggi sejak dari tengkulak, meski kondisi pasokan di pasar dinilai masih cukup melimpah.
“Sudah sekitar tiga hari ini harga cabai naik terus. Kami juga tidak tahu penyebabnya apa, karena dari tengkulak harganya sudah tinggi. Padahal stok sebenarnya banyak,” ujar Ponirah, salah satu pedagang di Pasar Sayur Magetan.
Tak hanya cabai, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas kebutuhan pokok lainnya. Harga telur ayam ras naik dari Rp24 ribu menjadi Rp27 ribu per kilogram. Bawang merah turut mengalami kenaikan dari Rp33 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram. Berbeda dengan komoditas lain, harga bawang putih justru mengalami penurunan dari Rp35 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram.
Para pedagang berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengendalikan harga pangan. Upaya tersebut dinilai penting agar lonjakan harga, khususnya cabai, tidak semakin membebani masyarakat menjelang datangnya bulan Ramadhan. [fiq/ted]






