California (beritajatim.com) — Apple resmi mengumumkan pergantian pucuk pimpinan operasionalnya. Jeff Williams, Chief Operating Officer (COO) yang telah berkiprah selama 27 tahun di Apple, akan mengakhiri masa tugasnya pada akhir bulan ini.
Dilaporkan Techrunch Posisi penting ini akan diambil alih oleh Sabih Khan, Senior Vice President of Operations, yang dikenal sebagai salah satu tokoh kunci di balik rantai pasokan global Apple.
Pergantian ini disebut perusahaan sebagai bagian dari “suksesi yang telah lama direncanakan.” Dalam pesan perpisahannya, Williams mengungkapkan rasa syukurnya bisa menjadi bagian dari perjalanan Apple.
“Saya sangat mencintai Apple. Bekerja dengan semua orang hebat di perusahaan ini merupakan hak istimewa seumur hidup, dan saya sangat berterima kasih kepada Tim atas kesempatan ini, kepemimpinannya yang inspiratif, dan persahabatan kami selama bertahun-tahun,” ujar Williams.
Ia juga menambahkan bahwa Juni menjadi penanda 27 tahun pengabdiannya di Apple dan 40 tahun berkarier di industri teknologi.
“Mulai tahun depan, saya berencana menghabiskan lebih banyak waktu dengan teman dan keluarga, termasuk lima cucu dan masih terus bertambah. Saya merasa senang dapat bekerja sama dengan Sabih selama 27 tahun, dan saya pikir dia adalah eksekutif operasi paling berbakat di dunia. Saya sangat yakin dengan masa depan Apple di bawah kepemimpinannya dalam peran ini,” kata Williams.
Kontribusi Besar Williams
Jeff Williams bergabung dengan Apple pada 1998 saat perusahaan nyaris bangkrut. Ia sempat menolak tawaran dari Dell demi menerima ajakan Tim Cook, yang kala itu membangun kembali Apple dari krisis. Sejak itu, Williams menjadi sosok penting di balik lahirnya produk ikonik seperti iPod, iPhone, hingga Apple Watch.
Diangkat sebagai COO pada 2015, Williams bertanggung jawab atas operasi global, layanan pelanggan, tim desain, hingga pengembangan inisiatif kesehatan Apple. CEO Apple, Tim Cook, menegaskan arti penting Williams bagi perusahaan.
“Apple tidak akan menjadi seperti sekarang tanpa dirinya,” kata Cook, memuji “warisan keunggulan operasional” yang ditinggalkan Williams.
Setelah pensiun, tanggung jawab Williams atas tim desain, pengembangan Apple Watch, dan program kesehatan akan dialihkan. Nantinya, tim desain akan melapor langsung ke Cook, sedangkan Sabih Khan akan melanjutkan kepemimpinan di bidang operasi global.
Profil Sabih Khan
Sabih Khan lahir di Moradabad, India, pada 1966. Ia sempat pindah ke Singapura semasa kecil dan menempuh pendidikan di Tufts University, meraih gelar di bidang Ekonomi dan Teknik Mesin. Khan kemudian melanjutkan pendidikan magister Teknik Mesin di Rensselaer Polytechnic Institute. Sebelum bergabung dengan Apple pada 1995, ia bekerja di GE Plastics sebagai insinyur pengembangan aplikasi.
Khan memainkan peran besar dalam menghadirkan produk-produk inovatif Apple ke pasar sejak era akhir 1990-an. Sejak 2019, Khan memimpin rantai pasokan global Apple sebagai Senior Vice President of Operations. Ia bertanggung jawab atas kualitas produk, perencanaan, pengadaan, manufaktur, logistik, dan tanggung jawab pemasok.
Tim Cook memuji gaya kepemimpinan Khan dengan mengatakan bahwa ia “memimpin tim Operasi kami dengan hati,” sementara Jeff Williams menyebutnya “pemimpin dan kolaborator kelas dunia.”
Transformasi Rantai Pasok Apple
Di bawah kepemimpinan Khan, Apple kini tengah menjalankan transformasi besar pada rantai pasok globalnya. Perusahaan memperluas produksi di luar Tiongkok demi mengurangi risiko geopolitik. Pada 2025, mayoritas iPhone yang dijual di Amerika Serikat ditargetkan diproduksi di India, sedangkan Vietnam akan menjadi basis utama untuk iPad, Mac, Apple Watch, dan AirPods.
Tak hanya itu, Apple juga berencana menginvestasikan hingga 500 miliar dolar AS untuk memperkuat kapasitas manufaktur di AS, termasuk membangun fasilitas server khusus infrastruktur AI di Texas. Langkah ini diharapkan bisa menjaga keunggulan operasional Apple sambil meningkatkan ketahanan rantai pasok di tengah dinamika perdagangan global.
Meski begitu, Tiongkok tetap akan menjadi pusat produksi utama untuk produk yang dijual di luar pasar Amerika Serikat. Hal ini menegaskan strategi Apple yang seimbang dalam merancang peta manufaktur globalnya. (ted)






