Surabaya (beritajatim.com) – Ada yang berbeda dalam perayaan Hari Pramuka ke 68 di Jawa Timur. Jika biasanya kegiatan dilakukan di Gedung Negara Grahadi, pada momen Hari Pramuka ke 68, Kamis (14/8/2025) para anggota Pramuka di Jawa Timur melaksanakan kegiatannya di laut. Tepatnya di Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya.
Acara Hari Pramuka ke 68 di Jawa Timur dibuka dengan peresmian Candi Ujung Galuh yang tepat berada di depan gerbang Koarmada II Surabaya. Bangunan yang mengadaptasi dari kerajaan Majapahit itu merupakan simbol kekuatan maritim di Indonesia.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa laut di Indonesia merupakan penyambung 17 ribu pulau yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.
“Nantinya di Candi Ujung Galuh ini alangkah baiknya diberi narasi atau penjelasan agar masyarakat memahami bahwa laut dan kekuatan maritim kita itu menyatukan,” kata Khofifah dalam sambutannya.
Setelah meresmikan monumen Candi Ujung Galuh, Khofifah beserta rombongan menuju ke Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya untuk melaksanakan Apel Hari Pramuka 68. Tampak mendampingi Khofifah, Sekda Provinsi Jatim Adhi Karyono, Ketua Kwarda Jatim Arum Sabil, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin dan sejumlah pejabat lainnya.
Apel Hari Pramuka 68 berlangsung khidmat. Walaupun matahari menyengat, para peserta Apel mengikuti acara hingga berakhir. Setelah Apel selesai, 1.500 anggota apel yang berasal dari anggota Pramuka se Jawa Timur dan pejabat daerah tingkat Kota/Kabupaten sampai Provinsi, sama-sama mengibarkan bendera merah putih. Selain itu, para peserta Apel Hari Pramuka 68 juga dihibur dengan aksi drumband yang memukau dengan membawakan lagu-lagu nasionalis.
Setelah gelar Apel selesai, Khofifah beserta rombongan naik ke KRI Surabaya 591 untuk memberikan bantuan paket sembako ke para nelayan yang sedang melaut. Selain Khofifah, para anggota Pramuka juga turut serta untuk mengibarkan bendera merah putih di selat Madura.
Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur, Arum Sabil menjelaskan bahwa perayaan Hari Pramuka di laut yang dilakukan di Jawa Timur, merupakan yang pertama di Indonesia sepanjang sejarah perayaannya. Perayaan di laut bukan tanpa alasan. Perayaan Hari Pramuka 68 di laut merupakan agenda edukasi kebangsaan dan pelayaran keliling perairan bagi peserta didik Pramuka.
Selain itu, Arum Sabil menyebut bahwa kegiatan ini juga untuk memperkenalkan kehidupan laut kepada generasi muda dengan memberi pengalaman menumpangi kapal perang.
“Beberapa tahun lalu kita gelar di darat, seperti di Grahadi. Hari ini kita ajak anak-anak naik kapal perang, supaya mereka mengenal bahwa lautan kita jauh lebih luas dari daratan,” ujar Arum Sabil.
Arum Sabil menjelaskan bahwa laut merupakan sebuah identitas dan masa depan bangsa. Ia menegaskan pentingnya mengenalkan kehidupan dan potensi laut kepada anak-anak supaya di masa depan mereka tidak menjadi bagian dari kerusakan ekosistem.
“Ada kehidupan, ada sumber penghidupan dari lautan ini. Karena itu, anak-anak harus jadi bagian dari solusi, bukan malah jadi bagian dari polusi,” tegas Arum. [ang/beq]






