Mojokerto (beritajatim.com) – Pada bulan 2024, Kabupaten Mojokerto mengalami deflasi sebesar 0,04 persen. Dari 12 kabupaten/kota di Jawa Timur, tujuh di antaranya mengalami deflasi, termasuk Mojokerto.
Angka ini lebih rendah dari deflasi Jawa Timur yang mencapai 0,10 persen.
Laju inflasi tahun kalender (kumulatif) Kabupaten Mojokerto sampai bulan Januari 2024 sebesar -0,04 persen dan laju inflasi tahun ke tahun (YoY) periode bulan Januari 2023 sampai Januari 2024 sebesar 2,66 persen.
Pada bulan Januari 2024, Mojokerto mengalami deflasi turun dari bulan Desember 2023 yang mengalami inflasi sebesar 0,09 persen.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi mengatakan, deflasi di Kabupaten Mojokerto disebabkan oleh harga beberapa komoditas yang mengalami penurunan. Seperti makanan dan minuman (mamin)
“Komoditas yang mengalami penurunan harga rata-rata dari bulan lalu antara lain bensin, daging ayam ras, beras, cabai rawit, cabai merah dan telur ayam ras. Kelompok makanan, minuman, tembakau, kelompok perumahan, air, listrik, bahan bakar dan kelompok transportasi memberikan andil deflasi,” ungkapnya, Jumat (9/2/2024).
Bambang menyebut, bensin yang mengalami penurunan harga pada Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax menjadi penyumbang deflasi tertinggi. Namun, Kabupaten Mojokerto juga mengalami inflasi akibat kenaikan harga beberapa komoditas lainnya.
“Seperti kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga, kelompok kesehatan, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan. Bukan hanya itu, kelompok rekreasi, olahraga, budaya, kelompok pendidikan, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran,” katanya.
Serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil inflasi. Bambang menjelaskan, komoditas utama memberikan andil terbesar terjadinya inflasi di Kabupaten Mojokerto bulan Januari 2024 adalah bawang merah, creambath, rok anak, tomat sayur, dan sepeda anak.
“Bawang merah menjadi penyebab inflasi tertinggi karena cuaca ekstrem yang menyebabkan penurunan produksi dan supplai,” tegasnya. [tin/ted]
https://www.youtube.com/watch?v=BP3jS18YgfI






