Surabaya (beritajatim.com) – Mungkin Anda sering merasa bingung saat mengalami suatu masalah harus konseling ke konselor, psikolog, atau psikiater.
Ternyata ada perbedaan mendasar antara konselor, psikolog, dan psikiater. Termasuk berbeda dari segi praktik yang ditawarkan. Berikut ini yang penting untuk dipahami agar tidak bingung lagi.
Konselor
Seorang konselor punya peran sebagai teman, mentor, dan pendengar yang baik untuk individu yang mengalami masalah. Konselor juga bertugas untuk membantu mengarahkan hidup seseorang ke arah yang lebih positif.
Di Indonesia, program konseling juga ada dalam bidang psikologi. Sehingga, psikolog dapat berperan sebagai konselor, namun seorang konselor tidak dapat berperan sebagai psikolog.
Anda bisa datang ke konselor jika memiliki masalah namun masih dalam batas normal yang tidak mengarah ke gangguan jiwa (depresi, bipolar, skizofrenia, dan hal lain.) Pada intinya konselor ini menangani masalah mental yang masih dalam kategori ringan.
Psikolog
Peran psikolog yaitu untuk merefleksikan, memberi pandangan, juga menuntun klien agar dapat menyelesaikan masalahnya tanpa penggunaan obat-obatan.
Psikolog juga punya kapasitas untuk melakukan terapi psikologis, melakukan dan membaca hasil tes psikologi, seperti test IQ, tes kepribadian, juga tes minat-bakat.
Psikolog dapat memberi diagnosis soal penyakit atau gangguan jiwa. Anda bisa datang ke psikolog jika Anda punya masalah serius yang sudah mengganggu keseharian seperti pengalaman traumatis, kecanduan, gangguan emosi, fobia, kesulitan belajar, dan gangguan kecemasan.
Psikiater
Terakhir untuk peran seorang psikiater yaitu membantu pasien dalam mengatasi permasalahan kejiwaan dengan memakai obat-obatan, pemeriksaan fisik juga perangkat laboratorium. Psikiater bisa memberi diagnosis penyakit juga gangguan jiwa yang dialami oleh seorang klien.
Anda bisa pergi ke seorang psikiater jika punya masalah kejiwaan serius yang sudah begitu mengganggu keseharian dan menurunkan kesejahteraan. Penyakit kejiwaan seperti depresi berat, skizofrenia, bipolar, serta kecenderungan
bunuh diri bisa ditangani oleh psikiater.
Pahami perbedaan antara konselor, psikolog dan psikiater. Jangan sampai Anda tertukar untuk menangani masalah kejiwaan. Jika sudah pada taraf yang parah larinya ke psikiater bukan konselor atau psikolog. (dan/ian)






