Mojokerto (beritajatim.com) – Jalur alternatif penghubung Pacet, Kabupaten Mojokerto dengan Kota Batu kembali ditutup sementara pada, Selasa (6/5/2025). Penutupan ini dilakukan menyusul hujan deras yang terjadi di kawasan tersebut sejak pukul 14.00 WIB hingga sore hari.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengatakan, hujan terjadi sejak pukul 14.00 WIB hingga sore sehingga penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana.
“Jalur Canggar-Pacet ditutup hari ini, besok akan dibuka kembali. Namun jika terjadi cuaca buruk seperti hujan deras, kabut tebal atau pohon tumbang, maka sistem buka-tutup akan diterapkan demi keselamatan pengguna jalan. Sistem buka-tutup ini akan berlaku selama tiga bulan ke depan,” ungkapnya.
Khakim menjelaskan, sistem buka tutup dilakukan lantaran jalur tersebut masih dalam penangganan tim gabunga. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan agar tidak terulang kejadian serupa seperti longsor di kawasan Hutan R Soerjo yang terjadi pada, Kamis (3/4/2025) lalu.
Sekedar diketahui, total ada 10 korban dalam bencana longsor di wilayah kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Blok Watu Lumpang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Sebanyak 10 korban tersebut berada di dua mobil yang berbeda melintas saat terjadi longsor yakni pikap dan minibus.
Jalur alternatif penghubung Pacet, Kabupaten Mojokerto dengan Kota Batu tersebut dibuka secara terbatas, Selasa (22/4/2025) lalu. Tim gabungan melakukan test drive untuk memastikan jalur tersebut layak dan aman saat di buka untuk umum. [tin/kun]






