Surabaya (beritajatim.com) – Joshua Kimmich merupakan salah satu pemain terbaik yang dimiliki Jerman pada saat ini. Predikat itu cukup layak disematkan pada dirinya. Kimmich termasuk pemain yang cerdas, memiliki teknik yang baik, juga punya jiwa leadership. Dari segi kualitas individu, Kimmich menjadi pemain yang cukup lengkap untuk bersaing di level teratas.
Namun, semua pencapaian itu tidak datang begitu saja. Di usia 18 tahun ketika masih bermain di Stuttgart u-19 permintaannya untuk bisa main di tim kedua Stuttgart ditolak mentah-mentah. Satu tim dengan Timo Werner, kemampuannya sebagai gelandag bertahan dinilai belum mumpuni. Ia pun memilih untuk pindah ke RB Leipzig yang ketika itu masih berlaga di divisi ketiga Bundesliga.
Di tim asuhan Alexander Zorniger tersebut, Kimmich mulai dicoba sebagai gelandang tengah dan bek sayap kanan. Musim pertamanya bersama Leipzig, ia mampu membawa tim ini promosi ke Divisi Dua Bundesliga. Dua musim bermain mengagumkan di Leipzig dan Jerman U-20, Stuttgart kembali menebus Kimmich. Mereka menebusnya tiga kali lipat dari harga ketika ia pindah ke Leipzig sebesar 1,5 juta Euro.
Sehari kembali ke Stuttgart, Bayern Munchen memberikan tawaran enam kali lipat untuk membeli Kimmich. Ia pun kembali dijual oleh Stuttgrat ke Munchen yang ketika itu dilatih oleh Pep Guardiola. Kimmich pun jadi satu-satunya pemain yang dalam dua hari berpindah ke dua klub berbeda.
Di Munchen lah pemain yang pernah pernah dipasang sebagai gelandang bertahan, gelandang tengah, bek sayap kanan dan bek tengah ini mencapai permainan terbaiknya. Lalu apa saja kelebihan yang dimiliki pemain binaan Stuttgart itu hingga jadi andalan bagi skuad utama Bayern Munchen dan Timnas Jerman saat ini?
Kimmich punya kemampuan versatile, ia dapat bermain di 3 posisi sekaligus yaitu gelandang, bek kanan, dan bek tengah. Kelebihan ini membuat Kimmich lebih mudah adaptasi terhadap beberapa skema permainan yang diterapkan tim. Ketika di lapangan Kimmich mampu menempatkan posisi yang tepat untuk rekannya. Ia juga pandai melakukan positioning sekaligus ia cakap untuk mengetahui kapan harus cover area secara zonal maupun man marking.
Kimmich memiliki kemampuan bertahan yang baik, ini dibuktikan dengan angka 29 tackle sukses dan juga 36 interception di Bundesliga musim 2020. Kimmich piawai dalam memberi bola kepada rekan melalui short maupun long pass, ia juga sering melakukan umpan breaking the line. Tercatat jika passing sukses Kimmich di Bundesliga musim 2020 adalah 88%. Ia berhasil mencatat total 14 assist (10 di Bundesliga dan 4 di UCL musim 2020).
Kimmich pun memiliki visi bermain ciamik, saat ia memegang bola, Kimmich mampu merencanakan apa yang akan dia lakukan dengan bola. Kimmich seolah sangat paham kapan harus memberi passing pada rekannya, dan kapan harus mendelay serta mendribel bola. Misalnya terjadi saat proses gol Leroy Sane ke gawang Schalke yang diawali oleh operan Kimmich.
Pemain yang kini masih berusia 26 tahun itu juga tercatat sebagai pemain dengan daya jelajah paling tinggi di skuad Timnas Jerman. Joshua Kimmich mencatatkan namanya sebagai pemain Jerman yang paling banyak berlari pada gelaran Euro 2020. Dalam tiga penampilan di babak penyisihan grup Euro saja ia telah melahap jarak total 33,7 kilometer. Bisa dikatakan jika Jerman dan Bayern beruntung punya pemain seperti Kimmich. (dan/tur)






