Malang (beritajatim.com) – Demonstrasi besar-besaran kembali dilakukan oleh Aremania, Minggu (27/11/2022). Demonstrasi kali ini tidak lagi terpusat di satu titik. Namun dilakukan disejumlah titik di masing-masing daerah asal Aremania.
Beberapa titik itu tersebar di sejumlah daerah di Malang Raya. Mulai dari Kepanjen, Kabupaten Malang, Gadang, Jodipan, Jalan Ijen, Jalan Zaenal Zakse, Kotalama, Jalan Panglima Sudirman atau bundaran SMPN 5 hingga Jalan Jaksa Agung Suprapto yang merupakan jalan Provinsi Malang-Surabaya.
“Kami lakukan sebagai solidaritas. Sampai kapan? Ya sampai keadilan yang diharapkan terpenuhi,” kata salah satu Aremania yang ikut dalam barisan masa aksi, yakni Alfian.
[berita-terkait number=”3″ tag=”korban-tragedi-kanjuruhan”]
Dalam pamflet atau selebaran yang beredar di media sosial mereka memberi nama aksi ini dengan judul Minggu hitam. Demonstran sengaja membuat jalan raya macet sebagai simbol macetnya keadilan di negeri ini.
Massa mengancam akan terus melakukan aksi-aksi serupa sampai tuntutan soal keadilan terpenuhi. Jika polisi tidak kunjung menambahkan tersangka dan menambahkan pasal dugaan pembunuhan. Aremania akan terus membuat Malang macet setiap Minggu atau akhir pekan dengan demonstrasi.

Sebagai informasi bahwa Tragedi Kanjuruhan telah merengut 135 nyawa. Sebanyak 600 lebih suporter mengalami luka-luka. Demonstran tidak puas jika dalam kasus kematian ratusan rekan mereka hanya dijerat dengan pasal 359 dan 360 KUHP tentang kelalaian. [luc/suf]






