Mojokerto (beritajatim.com) – Jalan beton di Dusun Sidoleh, Desa Mojopilang, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto longsor lantaran tergerus aliran sungai yang ada di sisi timur jalan. Terlihat ada dua titik lokasi yang longsor di jalur utama penghubung antar kecamatan tersebut.
Titik pertama berada tepat di Masjid Darul Falah Mojopilang ini longsor saat musim hujan tahun lalu. Separoh beton jalan posisinya miring, tanggul sisi timur jalan yang berdempetan dengan aliran sungai juga longsor. Jalan yang ambles diberi tanda peringatan dan pembatas tali.
Sementara titik kedua berada di utara titik pertama yang berjarak hanya sekitar 200 meter. Kondisi tanah yang labil membuat permukaan jalan perlahan turun. Posisinya yang berdempetan dengan sungai dan tanpa penahan plengsengan membuatnya mudah ambles.
Longsoran lebih parah lantaran memakan separuh jalan sehingga kendaraan roda empat tidak bisa melintas. Jalan hanya tersisa 1 meter dan hanya bisa dilalui kendaraan doa dua. Bahkan kendaraan roda dua dari dua arah ini harus bergantian saat melintas.
Selain di titik kerusakan, ruas jalan terbelah juga terpantau di sepanjang jalan cor beton yang dibangun pada 2015 silam ini. Meski kondisi jalan terbelah tersebut sudah ditambal namun kondisi jalan menjadi bergelombang sehingga membahayakan pengendara jalan.
“Yang di depan masjid itu longsor tahun lalu, pas musim hujan. Belum diperbaiki, kemarin longsor lagi (titik kedua). Ya pas hujan kemarin longsornya, tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Ramai sebenarnya jalannya, karena jalan penghubung antar kecamatan,” ungkap salah satu warga, Rabu (2/8/2023).
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Mojopilang, Harianto mengatakan, titik pertama di depan Masjid Darul Falah Mojopilang terjadi pada musim hujan tahun lalu. “Yang selatan musim hujan tahun kemarin, sudah dilakukan penanganan darurat dari PU (Dinas PUPR),” katanya.
Masih kata Kades, di titik kedua longsor pada 17 Februari lalu. Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Perum Jasa Tirta sudah datang ke lokasi. Pihaknya membenarkan jalan poros desa tersebut tidak bisa dilewati kendaraan roda empat.
“Hanya roda dua, roda empat tidak bisa masuk ke jalan lingkungan. Memutar sekitar 500 meter. Titik pertama katanya mau dikerjakan tahun ini karena sudah dianggap di APBD 2023 sebesar Rp2,1 miliar, sudah disampaikan ke pihak desa. Ini termasuk perawatan jalan sisi selatan yang pecah-pecah itu,” tegasnya. [tin/kun]
BACA JUGA:
Hutan Jati di Mojokerto Terbakar
![Jalan Penghubung Antar Kecamatan di Mojokerto Longsor Jalan longsor di Dusun Sidoleh, Desa Mojopilang, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/08/VideoCapture_20230802-193424_OsqguhaR9r-1024x576.jpeg)






