Pasuruan (beritajatim.com) – Jalan Gununggangsir Pasuruan yang menghubungkan dengan Cangkringnalang banyak berlubang. Sayangnya, lubang-lubang tersebut baru bisa diperbaiki usai musim hujan.
Kerusakan itu sudah berlangsung kurang lebih tiga bulanan. Banyak pengendara mengeluhkan kondisi jalan yang sudah rusak tersebut.
Salah satu pengendara bernama Mad Rois yang setiap harinya melewati Jalan Gununggangsir-Cangringmalang. Setiap pagi, Rois lewat jalan itu lantaran rute terdekat dari tempat kerjanya.
“Hampir setiap tahun jalan disini mengalami kerusakan karena banyak kendaraan besar yang lewat. Harusnya ada pembatasan kendaraan yang melintas, biar jalannya gak gampang rusak,” jelas Rois, Kamis (16/3/2023).
Baca Juga:
Komisi IV DPRD Pasuruan Kebut Rapat Kerja dengan 7 OPD
Diketahui Jalan Gununggangsir-Cangringmalang ini kerap dilintasi kendaraan bermuatan berat. Sehingga meski setiap tahunnya diperbaiki, jalan tersebut tetap rusak dan mengelupas sehingga timbul banyak lubang.
Tak hanya itu, posisi jalan yang rendah dan kerap kali banjir juga menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan. Ditambah lagi, jalan di Gununggangsir-Cangringmalang masih tergolong kelas II.
Mestinya jalan yang masuk dalam kelas II hanya dilalui kendaraan jenis sepeda motor, mobil pribadi, dan angkutan umum. Yyatanya banyak kendaraan dengan ukuran besar milik perusahaan melintas jalan tersebut.
Baca Juga:
Insentif Guru TK, PAUD, dan KB Kabupaten Pasuruan Naik
Di lain tempat, Staf Bina Marga dan Bina Kontruksi Lutfi mengatakan, akan dilakukan peninggian jalan. Ini lantaran setiap musim penghujan tiba jalan selalu digenangi air.
“Rencana akan kita lakukan peninggian di ruas jalan Gununggangsir-Cangringmalang, Kecamatan Beji. Sedangkan untuk pelaksanaannya masih nunggu curah hujan reda, materialnya sudah siap,” kata Lutfi. [ada/beq]






