Blitar (beritajatim.com) – Jajanan berbahaya “Ciki Ngebul” masih dijual oleh sejumlah pedagang di Bazar Blitar Djadoel. Berdasarkan pengamatan tim beritajatim.com hingga hari kedua, sedikitnya ada dua stand makanan yang menjual jajanan berbahaya bernama Ciki Ngebul.
Lokasi pertama yang menjual “Ciki Ngebul” berada di Stand tengah sisi utara Bazar Blitar Djadoel. Sementara itu, lokasi lainnya berada di bagian depan sisi timur Bazar Blitar Djadoel.
Sejumlah pengunjung Bazar Blitar Djadoel pun menyayangkan adanya pedagang yang masih menjual jajanan kekinian menggunakan nitrogen cair tersebut. Devinta Angraeni menjadi salah satu warga yang menyayangkan adanya pedagang yang nekat menjual Ciki Ngebul.
“Saya juga kaget mas kok masih ada yang jual jajanan ini (ciki ngebul) padahal beberapa waktu lalu kan sempat ramai soa keracunan,” ujarnya, sembari melewati stand penjual Chiki Ngebul, Minggu (22/06/23).
Beberapa bulan lalu jajanan kekinian yang bisa mengeluarkan asap itu sempat menjadi perhatian oleh Kementerian Kesehatan. Pasalnya jajanan yang lebih dikenal dengan “Ciki Ngebul” itu banyak menyebabkan anak-anak yang mengkonsumsinya mengalami gejala keracunan.
BACA JUGA: Jajan Makanan Berasap, Wajah dan Bocah di Ponorogo Terbakar
Jajanan yang menjadi favorit anak-anak ini pun sempat diawasi peredarannya oleh Kementerian Kesehatan dan juga Dinas Kesehatan Kota Blitar. Bahkan, Dinkes Kota Blitar sempat mengimbau agar masyarakat tidak mengkonsumsi jajanan yang menggunakan bahan nitrogen cair.
Sebagian masyarakat Kota Blitar pun, termasuk Devinta tetap memegang teguh imbauan tersebut. Namun, beberapa masyarakat juga belum memahami tentang bahaya mengkonsumsi jajanan yang mengandung cairan nitrogen cair. Hal itu dibuktikan dengan masih adanya masyarakat yang membeli jajanan Ciki Ngebul di acara Blitar Djadoel.
“Ya kalau saya tidak beli karena takut bahayanya tapi kan belum tentu dengan yang lain,” imbuh Devinta.
Devinta bukan satu-satunya yang menyayangkan adanya penjual Ciki Ngebul di Bazar Blitar Djadoel. Warga lain yang melarang anaknya membeli Ciki Ngebul adalah Lorenza.
Ibu rumah tangga asal Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar itu merasa jengkel dengan adanya penjual Ciki Ngebul di acara Blitar Djadoel. Pasalnya, sang anak ngeyel untuk dibelikan jajanan berbahan nitrogen cair itu, sementara dirinya mengetahui bahwa Ciki Ngebul memiliki berbagai bahaya yang bisa menyebabkan keracunan.
BACA JUGA: Sayembara Nama Stadion Kediri, ASN Tak Boleh Ikut?
“Ya ini mas, makanya tak reh-reh (tak ajak) biar tidak beli, jajanan kayak gitu aja, tapi ini (anaknya) tetap ngeyel,” katanya.
Dinas Kesehatan Kota Blitar sendiri sempat melakukan razia penjualan Ciki Ngebul di sejumlah tempat wisata pada bulan Januari 2023 lalu. Razia ini dilakukan setelah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengeluarkan imbauan untuk melakukan pengawasan penjualan Ciki Ngebul yang telah memakan banyak korban keracunan.
Sosialisasi tentang bahaya jajanan Ciki Ngebul sebetulnya juga telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Blitar sejak bulan Januari hingga sekarang. Masyarakat Blitar dihimbau untuk tidak mengkonsumsi jajanan yang menggunakan bahan dasar nitrogen cair.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi jajanan Ciki Ngebul, karena ada berbagai bahaya yang terkandung di dalamnya,” kata Dharma Setiawan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar.
Dilansir dari halaman website Kemenkes RI dalam Surat Edaran Nomor KL.02.02/C/90/2023 tentang Pengawasan Terhadap Penggunaan Nitrogen Cair Pada Produk Pangan Siap Saji, yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu pada 6 Januari 2023, dijelaskan bahwa penggunaan dan penambahan nitrogen cair pada makanan pangan siap saji yang berlebihan dan dikonsumsi jangka panjang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.
Diantaranya radang dingin, luka bakar atau cold burn pada jaringan kulit, tenggorokan terasa seperti terbakar, bahkan dapat terjadi kerusakan internal organ. Hal ini disebabkan oleh suhu yang teramat dingin dan langsung bersentuhan dengan organ tubuh dalam waktu yang panjang.
Selain itu, menghirup uap asap nitrogen dalam jangka waktu yang lama juga dapat menyebabkan kesulitan bernafas yang cukup parah.
Ciki ngebul sendiri merupakan jajanan kekinian yang banyak dijual dan dicari karena keunikannya. Saat dikonsumsi, ciki ngebul dapat mengeluarkan asap yang berasal dari nitrogen cair atau liquid nitrogen yaitu nitrogen yang berada dalam keadaan cair pada suhu yang sangat rendah.
Cairan nitrogen jernih, tidak berwarna dan tidak berbau sehingga tidak mengubah rasa jika digunakan untuk makanan. Sensasi inilah yang membuat ciki ngebul banyak menarik perhatian sekaligus digemari masyarakat utamanya anak-anak. (Owi/nap)






