Bojonegoro (beritajatim.com) – Nama Reihan Nifan Arkana kini menjadi salah satu kebanggaan Kabupaten Bojonegoro. Siswa kelas XI-1 SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur yang berada di Bojonegoro itu terpilih menjadi anggota Paskibraka Nasional 2026 dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Reihan merupakan putra kelahiran Kediri, 30 Mei 2010. Meski berasal dari Kabupaten Jember, ia kini menempuh pendidikan di Bojonegoro dan tinggal di kesatrian sekolah.
Keputusan Reihan melanjutkan pendidikan di SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur bermula saat dirinya masih duduk di bangku SMP Negeri 2 Jember. Saat itu, ia melihat informasi penerimaan peserta didik baru di sekolah unggulan milik Pemprov Jawa Timur yang bekerja sama dengan IPDN dan TNI AD.
Informasi tersebut menarik perhatiannya. Dengan restu orang tua, Reihan kemudian memutuskan merantau ke Bojonegoro untuk melanjutkan pendidikan. “Alhamdulillah, keputusan tersebut menjadi salah satu keputusan terbaik dalam hidup saya,” ujar Reihan saat dikonfirmasi Senin (17/8/2026).
Kini, keputusan itu membawanya ke panggung nasional. Ia mendapat kesempatan membawa nama Jawa Timur, Kabupaten Bojonegoro dan almamaternya dalam ajang Paskibraka Nasional 2026.
Reihan mengaku bersyukur sekaligus bangga atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Baginya, menjadi Paskibraka Nasional merupakan kehormatan besar.
“Saya sangat bersyukur, bangga dan bahagia. Namun yang terpenting, saya tidak lupa untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT karena telah memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada saya,” tuturnya.
Reihan merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Ayahnya, Irfan Susanto, merupakan anggota Polri yang saat ini berdinas di Mabes Polri, Jakarta. Sedangkan sang ibu, Nikenoraya Astasagita, merupakan ibu rumah tangga yang tinggal di Jember.
Dua adik Reihan kini juga menempuh pendidikan di tempat berbeda. Rafan Nifan Arkananta baru saja diterima di SMA Krida Nusantara Bandung, sementara Rivano Nifan Akramziyad masih duduk di bangku sekolah dasar di Jember.
Meski terpisah jarak dan berada di sejumlah kota, keluarga Reihan tetap saling memberikan dukungan. “Walaupun tinggal berjauhan, kami tetap rutin berkomunikasi, saling memberikan semangat dan mendukung satu sama lain,” katanya.
Dukungan keluarga tersebut menjadi salah satu kekuatan Reihan selama menjalani proses seleksi Paskibraka yang cukup panjang.
Sebelum terpilih menjadi Paskibraka Nasional, Reihan memiliki pengalaman sebagai atlet bola basket. Sejak duduk di SMP Negeri 2 Jember dan bergabung dengan Klub Garuda Jember, ia aktif mengikuti berbagai kejuaraan.
Pengalaman sebagai atlet turut membentuk kedisiplinan, kebugaran fisik dan mental bertanding. Hal tersebut menjadi bekal penting ketika menjalani rangkaian seleksi Paskibraka.
Selain basket, Reihan juga menekuni permainan stick master sejak bersekolah di SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur. Keterampilan tersebut bahkan ditampilkan saat menjalani tes minat dan bakat pada tahap verifikasi tingkat pusat.
“Pengalaman sebagai atlet sangat membantu saya dalam membangun kedisiplinan, menjaga kebugaran fisik, melatih mental bertanding dan menumbuhkan semangat pantang menyerah,” ujarnya.
Untuk menghadapi seleksi, Reihan juga menjalani latihan fisik rutin setiap pagi dan sore. Ia menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Persiapan tidak hanya dilakukan secara fisik. Reihan juga mempersiapkan mental dan akademik dengan mempelajari berbagai contoh soal Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Intelegensia Umum hingga tes psikologi.
Dari seluruh rangkaian seleksi, salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah ketika mengikuti verifikasi tingkat pusat. Di sana, Reihan bertemu dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Aceh hingga Papua.
Perbedaan suku, budaya, kebiasaan dan karakter justru menjadi pengalaman berharga bagi Reihan. “Selain menambah teman dan memperluas relasi, saya juga memperoleh banyak pengalaman serta pelajaran berharga yang bisa menjadi bekal pada masa depan,” katanya.
Ia berharap mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan memberikan penampilan terbaik saat bertugas di Istana Negara. “Saya berharap dapat memberikan yang terbaik bagi Indonesia serta mengharumkan nama Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Bojonegoro dan SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur,” ungkapnya.
Lebih dari itu, Reihan ingin pencapaiannya menjadi kebanggaan bagi kedua orang tua, keluarga dan orang-orang yang selama ini mendukungnya. Di balik prestasinya sebagai Paskibraka Nasional, Reihan ternyata menyimpan cita-cita yang kuat. Ia ingin mengikuti jejak sang ayah menjadi anggota Polri.
Setelah lulus SMA, Reihan berharap bisa mendapat kesempatan menjadi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol). “Semoga terpilihnya saya sebagai Paskibraka Nasional 2026 menjadi salah satu langkah awal sekaligus batu loncatan untuk meraih cita-cita tersebut,” pungkasnya. (fif/but)






