Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 17 rumah di Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto terendam banjir, Kamis (26/1/2023). Tak hanya merendam rumah warga, banjir juga merendam fasilitas umum (fasum), seperti sekolah, balai desa, puskesmas dan lahan pertanian.
Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto langsung menggelar rapat bersama instansi terkait di Balai Desa Wonorejo. Diantaranya, Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan TNI/Polri.
Sekdakab Mojokerto, Teguh Gunarko mengatakan, hasil pantauan banjir di wilayah Trowulan, ada dua hal penyebab terkait dengan masalah banjir. “Yang pertama adanya pendangkalan. Yang kedua, adanya penyempitan terkait dengan lebar sungai akibat pelebaran jalan,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir”]
Menurutnya, hal tersebut yang harus segera diatasi agar banjir tidak menjadi langganan di wilayah Wonorejo serta Tawangsari, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Hasil rapat, Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto akan segera melakukan normalisasi saluran afur.
“Hari ini, PUPR akan mendatangkan alat berat untuk melakukan normalisasi di seputaran avur ini. Sekaligus nanti kita akan upayakan pembongkaran satu jembatan milik warga yang menyempit, kita lebarkan sehingga air nanti bisa mengalir secara normal,” katanya.
Dampak banjir yang terjadi, lanjut Sekdakab, ada sejumlah fasum dan lahan pertanian milik warga tergenang. Yakni SMP Negeri 1 dan SDN Wonorejo, Balai Desa Wonorejo dan juga Puskesmas Tawangsari. Namun air mulai surut saat siang hari.
“Tapi sudah laporan sudah mengering, normal kembali. Kita upayakan hari ini selesai. Ada dua hal yang kita lakukan, jangka pendek tadi melakukan normalisasi dan pelebaran. Kedua, nanti jangka panjangnya kita akan kerja sama dengan BBWS,” tuturnya.
Tujuannya, tegas Sekdakab, agar normalisasi bisa dilaksanakan mulai dari hulu sampai hilir. Terkait status masih bias, belum ada peningkatan status terkait bencana banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. “Belum ada peningkatan status, ini masih biasa. Hari ini, kita salurkan 20 bantuan paket sembako ke warga yang terdampak banjir di Desa Wonorejo,” tegasnya. [tin/kun]






