Surabaya (beritajatim.com) – Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, telah diumumkan sebagai Juru Kampanye (Jurkam) dan Juru Bicara pasangan calon Ganjar Pranowo-Mahfud MD dalam pemilihan presiden tahun 2024. Keputusan ini tercatat dalam surat dari DPP PDI Perjuangan dengan nomor 5646/IN/DPP/X/2023, yang mencantumkan 12 nama kepala daerah atau kader PDIP yang ditunjuk sebagai Jurkam PDIP di wilayah mereka masing-masing, termasuk Eri Cahyadi.
“Ya, jika seorang wali kota dari partai mana pun pasti akan menjadi jurkamnya. Jika saya dari PDI Perjuangan, maka saya akan menjadi jurkam PDIP. Jika saya dari PKB, maka saya akan menjadi jurkam PKB,” ujar Eri pada Rabu (25/10/2023).
Sebagai Jurkam PDIP, Eri mengungkapkan bahwa fokusnya akan menjadi mengatur strategi pemetaan, terutama terkait para pemilih pemula dari generasi milenial dan Gen Z. Ia berencana untuk mengumpulkan pemuda dan pemudi di Kota Surabaya.
“Saya akan mengumpulkan para pemuda untuk memberi pemahaman kepada mereka agar mereka berpartisipasi dalam menentukan pilihan bagi negara ini,” ungkapnya, selaku Ketua DPD Taruna Merah Putih (TMP) PDIP Jawa Timur.
BACA JUGA:
Eri Cahyadi Sebut MRT Bukan Solusi Atasi Kemacetan di Surabaya, Tapi..
Eri menegaskan bahwa pemuda dan pemudi memegang peran penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, seperti dalam peristiwa Rengasdengklok yang terkait dengan penculikan Soekarno dan Hatta untuk mempercepat proklamasi kemerdekaan.
“Tidak akan ada kemerdekaan, tidak akan ada proklamasi tanpa Rengasdengklok, dan tidak akan ada kemerdekaan tanpa pemuda,” jelasnya.
Oleh karena itu, Eri mendorong para pemuda untuk sadar dan terlibat dalam politik untuk kebaikan bangsa dan negara.
“Pemuda harus sadar, mereka harus berpartisipasi dalam politik dengan cara yang santun dan rileks, karena politik sebenarnya tidak menakutkan, tetapi pemuda harus menguasainya untuk membawa bangsa ke arah yang benar,” katanya.
BACA JUGA:
Eri Cahyadi dan Pelindo Kenalkan Batik Surabaya Maritim
Selain itu, Eri mengajak pemuda dan masyarakat untuk memilih dengan bijak, berdasarkan hati nurani, untuk memilih pemimpin yang memiliki moralitas yang baik, bekerja keras, dan bersifat merakyat.
“Orang diberi hati oleh Tuhan, jadi silakan memilih, dan saya akan membantu memetakan pemilihan itu untuk memberikan pengetahuan,” tambahnya. [asg/beq]






