Surabaya (beritajatim.com) – Posisi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang kini menjadi salah satu elite di DPP PDIP masih terus menjadi pembicaraan publik. Terlebih lagi soal kedekatan Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu dengan Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Dalam berbagai kesempatan, kedekatan keduanya memang nampak sangat kuat. Megawati pun dalam kurun waktu 10 tahun terakhir sering berkunjung ke Surabaya dan menemui Tri Rismaharini. Tak sekali dua kali bahkan pujian diberikan kepada wanita yang sempat disebut sebagai kader PDIP terbaik saat ini itu.
Di tahun 2018 lalu misalnya, dalam kunjungannya ke Surabaya, Megawati pernah melontarkan pujiannya terkait gaya kepemimpinan Tri Rismaharini. Risma memang lekat dengan ketegasannya.
“Saya suka dan setuju kalau Bu Risma itu cerewet maupun marah-marah. Sebab jadi pemimpin itu memang harus tegas seperti itu,” ujar Megawati kala itu.
“Apalagi sebagai seorang pemimpin. Harus tegas dan jangan lemas. Rakyat itu tidak bisa kalau pemimpinnya hanya `tengak-tengok? (duduk santai),” tambahnya.
Peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) Surokim Abdussalam, dalam kesempatan berbeda mengungkapkan jika sosok Risma dan Megawati memiliki kedekatan khusus. Keduanya bahkan layak disebut satu frekuensi.
”Bu Risma mempunyai kedekatan khusus dengan Bu Mega, jadi tidak mungkin beda frekuensi. Karena keputusan di PDIP itu kan sangat kuat dari DPP, menurut saya, Bu Risma menyesuaikan frekuensi DPP PDIP,” ujarnya.
Sosok Risma pun, menurut Rokim kini semakin dekat dengan kursi menteri. “Jika melihat komposisi pengurus yang juga menjadi menteri dan permintaan Bu Mega yang vulgar di konggres, maka peluang Risma masuk kabinet kian terbuka. Jika di DPP Bu Risma diserahi Bidang Kebudayaan, maka di kabinet kemungkinan juga akan berseiring dan tidak jauh dengan tugas itu,” kata Rokim.
[berita-terkait number=”3″ tag=”tri-rismaharini”]
Sebagai informasi, di kepengurusan DPP PDIP 2019-2024, Tri Rismaharini mendapatkan posisi sebagai Ketua Bidang Kebudayaan. Di sisi lain, nama Bambang DH yang pada periode sebelumnya menjadi Ketua Bappilu DPP PDIP justru terlempar dan tidak mendapatkan posisi apapun.[ifw/ted]






