Surabaya (beritajatim.com) – Laboratorium Kimia Fisika dan Mikrobiologi Industri di Departemen Teknik Kimia, Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar praktikum berbasis laboratorium virtual. Pratikum untuk menunjang mata kuliah mikrobiologi industri.
Ketua Laboratorium Virtual Mikrobiologi Industri Ir Nuniek Hendrianie MT mengatakan, laboratorium ini sudah dipakai sejak semester genap 2021 lalu. Saat itu, perkuliahan masih dilakukan secara hybrid, sehingga praktikum tidak bisa dilakukan secara langsung di kampus.
Karena itu, maka muncul gagasan membuat laboratorium virtual ini. Kata Nuniek, laboratorium ini dirancang mendekati riil di laboratorium. Mulai dari suasana yang dibuat serupa dengan laboratorium asli, peralatan-peralatan yang dipakai, hingga bahan uji praktikum. “Prosedur praktikumnya juga kami buat sama,” ujar Nuniek, Jumat (5/8/2022).
Ia juga menjelaskan prosedur pelaksanaan praktikum untuk mahasiswa. Secara bergilir, mahasiswa yang mengikuti mata kuliahnya akan melaksanakan praktikum secara daring memakai laboratorium virtual terlebih dahulu. Baru kemudian, mereka akan melakukan praktikum di laboratorium secara luring.
Praktikum daring yang dilakukan lebih dahulu ini, kata dia, bertujuan agar mahasiswa yang praktik atau praktikan mampu memahami prosedur praktikum. Ia menilai, langkah ini jauh lebih mudah dipahami daripada hanya membaca prosedur praktikum.
“Hasilnya pun sesuai dengan harapan. Para mahasiswa lebih menguasai pada saat pelaksanaan praktikum luring,” terangnya.
Ada 5 modul dalam praktikum Mikrobiologi Industri yang telah dikembangkan secara virtual. Nuniek menyebut, kelima modul itu antara lain antiseptik dan disinfektan, menghitung jumlah sel mikroba dengan hemocytometer, fermentasi gula menjadi alkohol, isolasi dan menghitung jumah sel mikroba dengan metode cawan tuang, serta gram staining.
[berita-terkait number=”4″ tag=”its”]
Namun di sisi lain, diakui Nuniek, pada awal penerapan laboratorium virtual, ia sebagai dosen pengampu membutuhkan waktu untuk terbiasa dengan teknologi tersebut. Namun bagi para mahasiswa sendiri, ia menilai tidak mengalami kesulitan yang serupa.
“Tentunya juga berkat bantuan dari asisten dosen yang memberi arahan dan mendampingi selama praktikum dilaksanakan,” katanya.
Sebagai informasi, bahwa laboratorium virtual tersebut juga bisa diakses melalui website yang sudah terintegrasi dengan aplikasi myITS Single Sign On (SSO). Dengan begitu, mahasiswa dan dosen lebih mudah dalam mengakses laboratorium virtual tersebut. [sho/but]






