Malang(beritajatim.com) – Jelang demonstrasi di Gedung DPRD Kota Malang pada Senin, (1/9/2025). Kabar bohong beredar polisi menempatkan sniper atau penembak jitu beredar di aplikasi percakapan atau WhatsApp (WA) Grup.
Pesan berantai ini membuat masyarakat khawatir. Polresta Malang Kota pun memastikan kabar penempatan sniper disejumlah titik adalah kabar bohong atau hoax.
“Informasi sniper di atas gedung-gedung Kota Malang itu tidak benar alias hoaks. Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi,” ujar Kapolresta Malang Kota melalui Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Yudi Risdiyanto, Senin, (1/9/2025).
Dalam pesan yang beredar diawali dengan kalimat ‘Titik Sniper ( atas gedung ) Area Malang Kota’. Dalam pesan itu disebutkan sejumlah lokasi penembak jitu bersiaga.
Mulai dari Hotel Trio Indah, Hotel Regen’s Park, Hotel Kartika, Hotel Tugu, Malang Town Square (Matos), Malang Plaza, Malang Creative Center, Universitas Brawijaya, hingga RS Saiful Anwar dan Polres Malang.
“Tolong sebarkan pada keluarga/kerabat/teman mu jangan sampai keluar rumah di atas jam 10 malam. Karena penembakan akan acak dan tidak memilih2,” tulis pesan berantai itu.
Polresta Malang Kota mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan berantai yang belum jelas sumbernya. Selain itu, warga diingatkan untuk tidak ikut menyebarkan informasi bohong yang dapat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
“Kami pastikan situasi Kota Malang aman dan kondusif. Bila ada informasi mencurigakan. Silakan konfirmasi langsung ke pihak Kepolisian terdekat,” ujar Yudi. (luc/ted)







