Jember (beritajatim.com) – Isu paham Islam Wahabi atau radikal kerap dilekatkan pada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) setiap pemilu tiba. Isu itu kemudian juga digunakan untuk menyerang Anies Baswedan, namun diklaim tak laku di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
“Itu isu elite. Bukan isu grass root. Dengan keberadaan kami dalam tiga periode pemilu, kami cukup tahu kalau isu itu hanya komoditas politik elite. Masyarakat sudah tak lagi bicara seperti itu,” kata Ketua Dewan Pengurus Daerah PKS Jember Sudianto, ditulis Jumat (10/3/2023).
Setelah gagal memperoleh kursi DPRD Jember dalam Pemilu 2004, PKS berjaya dalam tiga pemilu berikutnya. Pemilu 2009 menghasilkan lima kursi DPRD Jember yang artinya PKS berhak memiliki fraksi sendiri.
Jumlah kursi bertambah pada Pemilu 2014. PKS berhasil menyabet enam kursi dan memperoleh posisi wakil ketua DPRD Jember. Jumlah kursi ini bertahan pada Pemilu 2019. Namun kini posisi wakil ketua DPRD Jember digantikan Partai Nasdem.
Baca Juga: PKS Jember Pilih Khofifah Jadi Cawapres Anies Baswedan
PKS menargetkan pertambahan kursi DPRD Jember dalam Pemilu 2024. “Setelah pemekaran daerah pemilihan (dapil), kami realistis. Sekarang target minimal setiap dapil PKS memperoleh satu kursi, sehingga total tujuh kursi. Target maksimal sembilan kursi,” kata Sudianto.
Sudianto melihat jumlah kursi setiap dapil saat ini tidak banyak, antara enam hingga sembilan kursi. “Sembilan kursi pun hanya di satu dapil. Kedua, kami realistis, semua partai berjuang maksimal. Padahal jumlah partai lebih dari sembilan,” katanya.
Sudianto memperkirakan partai-partai lama masih akan berjaya. “Otomatis kami mempertahankan enam dapil dengan tambahan satu dapil,” katanya.
Baca Juga: PKS Jember Belajar dari Kekalahan Prabowo Untuk Menangkan Anies
Kendati dalam tiga pemilu jumlah kursi yang diperoleh PKS relatif stabil, Sudianto tidak mau jumawa. “Kami tidak boleh sombong. Pertarungan politik yang dinamis membuat kami harus bekerja keras,” katanya.
PKS Jember mengandalkan tiga kekuatan. “Tulang punggung PKS selama ini adalah kader. Kedua, pengurus partai sampai tingkat desa. Terakhir adalah para calon legislator yang insya Allah kami siapkan jadi caleg handal,” kata Sudianto.
Berikutnya, Sudianto berharap PKS mendapat dukungan dari relawan Anies Baswedan. Salah satunya P24. Kedua pihak sudah bertemu beberapa waktu lalu. “Kami berkomitmen menang di Jember dan bersinergi untuk pemenangan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden, dengan mengawal suara Pada Pemilu 2024,” katanya. [wir/beq]






