Blitar (beritajatim.com) – Isu merger antara Partai NasDem dan Partai Gerindra memicu gejolak di akar rumput, khususnya di Kabupaten Blitar. Sejumlah kader NasDem bahkan turun ke jalan untuk menyampaikan pernyataan sikap atas kabar tersebut, Rabu (15/4/2026).
Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD NasDem Kabupaten Blitar, Heri Sunoto, menegaskan bahwa pihaknya telah merumuskan langkah strategis untuk menyikapi isu yang dinilai meresahkan tersebut.
“Kami sudah membuat rumusan dan hari ini resmi merekomendasikan kepada DPP Partai NasDem untuk melakukan langkah-langkah terukur dan terstruktur. Harus ada upaya hukum terkait pemberitaan ini agar marwah partai dikembalikan sebagaimana mestinya,” ujar Heri.
Menurutnya, isu merger tersebut telah menimbulkan kegaduhan serius di tingkat bawah. Bahkan, persepsi negatif mulai berkembang di tengah masyarakat terhadap integritas pimpinan partai.
Heri menegaskan bahwa aksi yang dilakukan kader bukan merupakan instruksi dari pusat, melainkan murni aspirasi dari tingkat bawah, mulai dari DPC hingga ranting yang kemudian disampaikan ke tingkat DPD.
“Melainkan ini murni dari keresahan para kader di tingkatan bawah. Yang kemudian disampaikan ke tingkat DPC, merambat ke DPD dan kemudian tadi juga sudah disampaikan bahwa kita akan sampaikan itu ke DPP,” imbuhnya.
Isu fusi kedua partai mencuat usai pertemuan antara Surya Paloh dan Prabowo Subianto pada April 2026 lalu, yang memunculkan spekulasi terbentuknya blok politik baru.
Namun, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan resmi terkait wacana merger di internal partai.
“Belum ada pembicaraan secara lebih mendalam. Kita sekarang fokus konsolidasi internal partai,” ujar Saan saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (13/4/2026).
Ia menilai wacana fusi merupakan hal yang wajar dalam dinamika politik, namun menekankan bahwa realisasi penggabungan partai bukan perkara mudah.
“Sebagai sebuah ide atau wacana, itu hal yang biasa saja. Tapi ketika mau diwujudkan, banyak hal yang harus dipikirkan,” ucapnya. [owi/beq]






